Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka (ILMTA) Ansari Bukhari Ansari Bukhari saat ditemui di Departemen Perindustrian, Jumat (27/3/2009).
"Karena faktor pemilu, dan beberapa kesiapan-kesiapan, rencananya baru akan dilakukan minggu ketiga April," kata Ansari.
Menurut Ansari faktor pemilu menjadi masalah utama yang menyebabkan rencana pembangunan ground breaking proyek Meratus molor. Penundaan terpaksa dilakukan untuk mencegah adanya persepsi kalau peresmian tersebut dikait-kaitkan dengan kampanye pemilu.
Selain itu, dalam peresmian bulan April nanti pihaknya berencana akan melakukan penggabungan peresmian pembangunan dengan proyek pabrik baja lainnya di Kalimantan Selatan seperti pabrik Mandan Steel.
"Ada pemikiran, untuk menggabungnya dengan peresmian Mandan, tetapi tergantung dengan KS juga, apa mereka (KS) mau dibarengi," ucap Ansari.
PT Meratus Jaya Iron and Steel merupakan perusahaan patungan antara PT Krakatau Steel dengan PT Aneka Tambang. Rencananya proyek ini akan dilakukan ground breaking pada tanggal selasa 24 Maret 2009 lalu.
Proyek Meratus memiliki kapasitas 300.000 ton per tahun. Selain itu, ada beberapa pabrik baja lainnya yang seharusnya bisa diresmikan yaitu Mandan Steel yang merupakan jaringan China Resource Holding Co dan PT Semeru Surya Steel (Gunung Garuda). (hen/lih)











































