Nilai perdagangan saham di awal pekan Senin (30/3/2009) diprediksi masih cukup tinggi meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rawan mengalami koreksi.
Animo beli saham yang mulai membaik karena investor lokal mengekor asing yang kembali masuk ke emerging market termasuk Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasar mengantisipasi inflasi Maret tidak kan jauh berbeda dengan pencapaian Februari sehingga akan membuat BI tetap menjaga tren suku bunga BI Rate di posisi rendah.
IHSG juga mengikuti pergerakan bursa saham regional, dimana indeks saham Nikkei Jepang pada Senin pagi ini dibuka melemah 5,12 poin (0,06%) menjadi 8.621,85.
Sementara Wall Street diserbu aksi ambil untung saham-saham berkapitalisasi pasar pada akhir pekan lalu. Pada penutupan perdagangan saham Jumat waktu AS (27/3/2009) indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) terpangkas 148,38 poin (1,87%) menjadi 7.776,18.
Indeks Nasdaq turun 41,80 poin (2,63%) menjadi 1.545,20 dan Standard & Poor's 500 tuyrun 16,92 poin (2,03%) menjadi 815,94.
Sedangkan IHSG pada penutupan perdagangan saham Jumat (27/3/2009) melonjak 42,772 poin (3,01%) menjadi 1.462,745.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Rally kenaikan masih berlangsung pasca libur seiring stabilnya bursa Dow Jones dengan menguat 42 poin keposisi 1.462. Up trend yang dibarengi kenaikan transaksi menunjukkan kepercayaan investor membaik Menjelang batas akhir penyampaian laporan keuangan 2008, serta pengumuman data inflasi dan BI rate akan menjadi katalis penggerak indeks selama sepekan ini dengan mengakumulasi saham terutama bluechip. Peluang penguatan indeks bakal menguji level 1.506 atau Fibbo 138.2% dengan saham pilihan: BUMI, UNVR, UNSP, PTBA, DEWA dan LSIP.
Panin Sekuritas
Pekan ini pergerakan indeks akan banyak diwarnai oleh laporan kinerja emiten untuk tahun buku 2008. Sesuai dengan peraturan bursa, laporan keuangan harus diumumkan paling lambat 31 Maret 2009. Pekan lalu, beberapa emiten tercatat sudah terlebih dahulu mengumumkan hasil kinerja mereka. Selain laporan keuangan, perhatian investor juga akan mengarah pada pengumuman data inflasi periode Maret 2009 dan rapat dewan Gubernur BI.
Secara teknikal indeks terlihat sudah mengalami jenuh beli, demikian pula dengan saham unggulan yang dalam beberapa pekan terakhir menjadi pendorong naiknya indeks. Meski terbuka kemungkinan akan profit taking, akan tetapi kami perkirakan pada awal pekan indeks masih akan bergerak menguat terbatas seiring dengan antisipasi akan kinerja emiten.
Beberapa saham perbankan seperti BBRI, BMRI masih cukup menarik untuk dikoleksi. Demikian pula dengan saham sektor semen dan properti yang menjelang akhir pekan terlihat mulai bergerak menguat. Kisaran support-resistance pekan ini pada 1.416-1.523. eTrading SecuritiesIHSG pagi ini rawan profit taking. Earnings 4Q08 mulai diumumkan, sebagian laba perusahaan sesuai dengan harapan yang lain mengecewakan. Kerugian dari US Dollar yang menjadi faktor kerugian bagi perusahan yang memiliki hutang luar negri yang besar namun dari sisi operational yang di karenakan oleh penurunan permintaan akibat krisis global baru akan kerlihat di kuartal 1Q09. Kita kembali mengingatkan investor untuk memperhatikan saham yang memiliki leverage (utang) yang rendah dan terorientasi dengan penjualan pasar domestik. Rekomendasi kami, dan prediksi kami perusahaan yang membukukan laba naik F09 akan outperform ISX di tahun 2009-10. Itu adalah, perusahaan batu-bara: ITMG (Buy,TP:15,550) – mayoritas harga batu-bara di kontrakan, dividend tahun 2009 akan melebihi 10% yeild. PTBA (Buy, TP:11,400) – Harga beli PLN masih tinggi namun ada resiko repricing. Terakhir ADRO (Cons:BUY, TP:1,050) – Pembaharuan kontrak batu-bara bisa mencapai 3x lebih tinggi dari harga sebelumnya. (ir/ir)











































