"Kita listing 14-15 April 2009. Target awal April 2009, tapi pernyataan efektif dari Bapepam agak telat sehingga diundur ke 14-15 April," Direktur Utama Sugiono Wiyono disela-sela penawaran umum saham perdana di Bank Mandiri cabang Kebon Sirih, Jalan Tanah Abang Timur, Jakarta, Kamis (2/4/2009).
Ia optimis, seluruh saham yang ditawarkan bisa diserap oleh pasar karena PT Mandiri Sekuritas yang menjadi penjamin emisi alias underwriter telah menawarkan kepada beberapa institusi dan mendapat sambutan yang cukup baik.
Â
"Tanggapan yang bagus ini juga didorong oleh kondisi bursa yang semakin membaik," ujarnya.
Â
Komposisi penawaran yang dilakukan underwriter yaitu 80:20 masing-masing institusi dan retail. Institusi yang telah ditawarkan perseroan merupakan gabungan antara lokal dan asing. Ia mengatakan, salah satunya ada institusi dana pensiun dari dalam negeri.
Â
Ia juga mengharapkan, penjualannya kali ini bisa oversubscribed 1,1-1,2 kali. "Tapi angka pastinya nanti Selasa. Yang pasti sekarang saya optimis bisa habis semua," ujarnya.
Â
Untuk kinerja perseroan tahun 2009 diharapkan bisa tumbuh 10 persen untuk penjualan dan laba bersihnya.
Â
Dari pantauan detikFinance, penawaran umum saham perdana emiten berkode TRIO itu dipenuhi sekitar 50 calon investor yang antusias untuk membeli sebagian saham perseroan.
Â
Menurutnya, walau sedikit terlambat dari jadwal, sejak saat pembukaan para calon investor tersebut terus memenuhi lobi tempat penjualan.
Â
"Biasanya, investor itu banyak di hari kedua dan ketiga. Tapi untuk hari pertama ini saya kira sudah cukup bagus," ujarnya.Bagi Dividen 30% Juni 2009
Â
Trikomsel Oke langsung berencana untuk membagi dividen bagi pemegang saham barunya untuk tahun buku 2008.
Â
Menurut Direktur Utama Sugiono Wiyono, jumlah dividen yang akan dibagikan sebanyak 30 persen dari total laba bersih perseroan di tahun 2008 yang sebesar Rp 100,2 miliar. Dengan begitu, nilai dividennya setara dengan Rp 30 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Â
"Dividen ini akan kita bagikan sekitar bulan Mei dan Juni (2009)," ujarnya
PT Trikomsel Oke Tbk merupakan perusahaan distribusi dan pedagang eceran telekomunikasi. Saham yang dilepasnya pertama kali ini merupakan 11,11% dari total sahamnya.
Dana hasil penawaran umum sebesar 40% digunakan untuk pelunasan sebagian utang bank, sebesar 40% untuk pengembangan OkeShop, dan sisanya 20% untuk investasi atau pengembangan infrastruktur perseroan.
Kinerja Trikomsel per 30 September 2008 mencatat pendapatan Rp 4,144 triliun dan laba bersih Rp 88,619 miliar. Di tahun 2007 pendapatan Trikomsel mencapai Rp 3,419 triliun dan laba bersih Rp 80,426 miliar.
Sementara komposisi pemegang saham sesudah IPO adalah PT Delta Sarana Perdana 86,33%, Kindarto Kohar 1,26%, Sugiono Wiyono 1,26% dan publik 11,11%. (ang/lih)











































