Penurunan BI Rate Tidak Ganggu Rupiah

Penurunan BI Rate Tidak Ganggu Rupiah

- detikFinance
Jumat, 03 Apr 2009 13:55 WIB
Penurunan BI Rate Tidak Ganggu Rupiah
Jakarta - Posisi nilai tukar rupiah dinilai masih cukup aman dengan BI Rate yang kembali turun 0,25% menjadi 7,5%. Penurunan suku bunga acuan itu diharapkan ikut memacu likuiditas di dalam negeri.

"Kita sudah pertimbangkan semua itu yang terbaik. Dari segi nilai tukar saya kira cukup aman. Saya perkirakan aman ke depannya," kata Gubernur BI Boediono usai salat Jumat di kompleks BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (3/4/2009).

Rupiah pada perdagangan valas pukul 13.40 WIB menguat 25 poin ke posisi 11.475 per dolar AS. Rupiah Jumat pagi bahkan sempat menguat hingga ke 11.350 per dolar AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penurunan BI Rate 0,25% juga dinilai paling tepat termasuk untuk perkembangan di luar ekspor impor serta untuk menambah likuiditas.

Boediono menolak jika dikatakan BI berjalan sendiri untuk menahan krisis karena program stimulus pemerintah yang tidak jalan. "Jalan kok, kita ambil penurunan 25% itu yang paling tepat," cetusnya.

Naiknya cadangan devisa Indonesia US$ 4,2 miliar pada 31 Maret 2009 yang menjadi US$ 54,8 miliar juga diharapkan bisa memberikan sentimen positif.

Kenaikan cadangan devisa itu menurut Boediono, sebagian masuk dari utang dan ekspor minyak. "Utang itu dari pinjaman global yang masuk juga dana migas yang masuk langsung ke BI," jelasnya.       

Dia menjelaskan dana asing yang masuk ke Indonesia saat ini cukup bagus meskipun jumlahnya masih kecil. "Pokoknya uang yang masuk menambah suplai devisa dalam negeri, itu bagus," katanya.

(ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads