"Kita sudah pertimbangkan semua itu yang terbaik. Dari segi nilai tukar saya kira cukup aman. Saya perkirakan aman ke depannya," kata Gubernur BI Boediono usai salat Jumat di kompleks BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (3/4/2009).
Rupiah pada perdagangan valas pukul 13.40 WIB menguat 25 poin ke posisi 11.475 per dolar AS. Rupiah Jumat pagi bahkan sempat menguat hingga ke 11.350 per dolar AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Boediono menolak jika dikatakan BI berjalan sendiri untuk menahan krisis karena program stimulus pemerintah yang tidak jalan. "Jalan kok, kita ambil penurunan 25% itu yang paling tepat," cetusnya.
Naiknya cadangan devisa Indonesia US$ 4,2 miliar pada 31 Maret 2009 yang menjadi US$ 54,8 miliar juga diharapkan bisa memberikan sentimen positif.
Kenaikan cadangan devisa itu menurut Boediono, sebagian masuk dari utang dan ekspor minyak. "Utang itu dari pinjaman global yang masuk juga dana migas yang masuk langsung ke BI," jelasnya.
Dia menjelaskan dana asing yang masuk ke Indonesia saat ini cukup bagus meskipun jumlahnya masih kecil. "Pokoknya uang yang masuk menambah suplai devisa dalam negeri, itu bagus," katanya.
(ir/qom)











































