"Manajemen BNBR sudah memberikan penjelasan kepada BEI. Hasilnya cukup memuaskan, evaluasi tidak dilanjutkan," ujar Direktur Pencatatan BEI Eddy Sugito di kantornya, SCBD, Jakarta, Rabu (8/4/2009).
BEI sebelumnya juga berencana memanggil tim auditor laporan keuangan BNBR terkait adanya koreksi laporan keuangan tahun 2008. Namun karena BEI menilai penjelasan manajemen BNBR sudah mencukupi, pemanggilan tim auditor tidak jadi dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 3 April 2008, BNBR melaporkan kinerja keuangannya dengan posisi rugi bersih mencapai Rp 16,624 triliun.
Kerugian maha besar tersebut disebabkan rugi atas penjualan penyertaan saham anak usaha yang mencapai Rp 17,061 triliun. Namun pada 4 April 2009, BNBR mengumumkan adanya kesalahan pencatatan laporan keuangan.
Dalam pengumumannya yang terbaru, posisi rugi bersih BNBR berubah menjadi Rp 15,855 triliun. Perubahan angka sebesar Rp 1 triliun tersebut disebabkan pada pos 'bagian atas rugi bersih perusahaan asosiasi' dari semula Rp 582,048 miliar menjadi Rp 1,582 triliun.
Direktur BNBR Dileep Srivastava sebelumnya mengatakan kesalahan penulisan rugi bersih tersebut karena human error. Dia juga mengatakan kinerja BNBR 2009 akan tetap baik karena fundamental bisnis perusahaan yang bagus terutama dari Bumi Resources.
"Laporan keuangan BNBR 2008 yang dipublikasikan Jumat ada human error, karena seharusnya rugi bersih Rp 15,86 triliun bukan Rp 16,6 triliun," katanya.
(dro/ir)











































