"Pasar akan merespons positif pemilu yang aman dan kemungkinan bisa berlanjutnya SBY dalam lima tahun ke depan," kata pengamat valas Toni Mariano ketika dihubungi detikFinance, Sabtu (11/4/2009).
Toni memperkirakan rupiah akan berani berjalan ke level 11.000 per dolar AS atau menguat di bawah level tersebut jika sentimen euforia pemilu diikuti juga sentimen positif lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara jangka pendek, Toni melihat rupiah memang cenderung menguat. Apalagi jika proses pemulihan krisis finansial yang sekarang sedang dijalankan bisa berbuah baik.
"Jadi ke depan memang posisi rupiah ini akan tergantung pada pemulihan krisis finansial," katanya.
Menurutnya penguatan rupiah juga terjadi karena investor asing yang mulai masuk ke pasar modal setelah melihat hasil pemilu yang aman.
(ir/ir)
