Demikian dikemukakan oleh Direktur Utama Indosat Johnny Swandi Sjam di Kantor Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Gedung Garuda, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (15/4/2009).
"Peningkatan kapasitas dan perluasan jaringan itu kita lakukan supaya pelanggan existing tidak kabur," ujarnya.
Ia mengatakan, sumber dana untuk memenuhi capex tersebut sebagian akan diambil dari eksternal. Pilihannya bermacam-macam, salah satunya adalah pinjaman melalui perbankan.
Namun sayang, ia enggan menyebutkan komposisi antara dana internal dan eksternal dalam belanja modal BUMN telekomunikasi tersebut.
Ia mengaku, jika nantinya Indosat akan mencari utang bank, pihaknya akan memprioritaskan perbankan dalam negeri sebelum luar negeri.
"Debt to equity kita tahun lalu 0,9 persen masih ada margin 2,5 persen untuk minjam, jadi masih ada room untuk pinjam," katanya.
Menurutnya, pinjaman tersebut komposisinya tidak akan lebih besar dari dana internal.
(ang/ir)











































