Menurut Direktur Buana Finance, Antoni Muljanto, dividen saham yang dibagikan akan diambil dari saldo laba ditahan per tanggal 31 Desember 2008 yang jumlahnya sebesar Rp 428,274 miliar. Sedangkan, dividen saham yang akan dibagikan kepada pemegang saham adalah sebesar-besarnya Rp 96,220 miliar atau setara dengan 384,881 juta saham.
“Harga pelaksanaan dividen saham akan dikonversi dengan nilai Rp 250 per saham. Kami akan mengumumkan pembagian rasio dividen saham ini setelah RUPS luar biasa terselenggara,” kata Antoni dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Bagian yang akan diambil untuk saham bonus maksimal sebesar Rp 52,418 miliar,” ujarnya.
Antoni menjelaskan, angka tersebut setara dengan 209,673 juta saham dengan asumsi harga pelaksanaan sebesar Rp 250 per saham. “Setiap pemegang saham yang memiliki 500 saham lama, berhak memperoleh 73 saham bonus,” tambahnya.
Setelah pembagian dividen saham dan saham bonus, demikian Antoni, jumlah modal ditempatkan dan disetor perseroan akan meningkat menjadi 2,030 miliar saham setara dengan Rp 507,669 miliar bila dibandingkan dengan posisi modal sebelumnya yang sebesar 1,436 miliar saham atau setara dengan Rp 359,030 miliar.
Ia menambahkan, pembagian dividen saham dan saham bonus tersebut akan menambah jumlah unit saham para pemegang saham perseroan namun tidak akan menurunkan nilai investasinya.
“Selain itu, dengan adanya pembagian dividen saham dan saham bonus dapat menyebabkan terjadinya penurunan harga saham,” ujarnya.
Antoni mengatakan, perseroan menargetkan, saham bonus tersebut dapat dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 22 Juni 2009. Sedangkan, pendistribusiannya direncanakan pada 6 Juli 2009. (dro/ir)











































