Perdagangan saham awal pekan Senin (20/4/2009) diprediksi akan mulai mengalami tekanan. Mulai turunnya nilai transaksi saham sejak Jumat pekan lalu mengindikasikan investor mulai kelelahan berburu saham.
Investor akan istirahat sejenak dan merealisasikan keuntungan jangka pendek. Selain aksi ambil untung, pelaku pasar juga mulai cemas terhadap kondisi perbankan kecil setelah likuidasi Bank IFI pada Jumat pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IHSG juga akan mengikuti pergerakan bursa saham regional. Indeks Nikkei Jepang pada Senin pagi ini dibuka melemah 7,99 poin (0,09%) menjadi 8.899,59.
Sementara Wall Street menutup perdagangan akhir pekan lalu dengan penguatan tipis. Dalam 6 pekan terakhir, indeks Dow Jones berhasil mencatat gain terbaiknya sejak Juli 1938.
Di akhir pekan, saham-saham menguat berkat dorongan sentimen positif dari kinerja kuartal I-2009 Citigroup yang melebihi ekspektasi, plus perbaikan dari indeks kepercayaan konsumen.
Pada penutupan perdagangan Jumat (17/4/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup menguat tipis 5,90 poin (0,07%) ke level 8.131,33. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat tipis 4,30 poin (0,50%0 ke level 869,60 dan Nasdaq menguat 2,63 poin (0,16%) ke level 1.673,07.
Sedangkan IHSG pada penutupan perdagangan saham Jumat (17/4/2009) terus naik 9,703 poin (0,6%) menjadi 1.634,790.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Pada akhir pekan indeks masih rally meskipun tipis ditutup pada posisi 1.634. Investor tampak profit taking mengingat kondisi bursa yang sudah jenuh beli mengingat sepekan ini telah menguat 11,5%. Aliran dana asing masih masuk sehingga profit taking yang terjadi bisa tertahan. Nilai transaksi juga masih cukup tinggi diatas Rp 4 triliun menandakan investor masih bergairah memanfaatkan momentum bullish. Up trend masih berlanjut yang diperkirakan akan menutup gap di 1.766-1.821. Pergerakan indeks masih menguat di level 1.610-1.670 dengan pilihan saham: UNVR, TLKM, BDMN, BNBR, dan BUMI.
Panin Sekuritas
Awal pekan ini kami perkirakan indeks akan mulai mengalami tekanan. Turunnya nilai transaksi pada hari Jumat dibandingkan hari Kamis, mengindikasikan investor mulai menahan diri untuk melakukan pembelian kembali. Aksi profit taking juga terlihat mulai terjadi pada beberapa saham unggulan. Meski terancam profit taking pada awal minggu, akan tetapi kami melihat indeks masih berada dalam trend bullish yang telah dimulai sejak awal Maret 2009. Pekan ini, investor diperkirakan akan cenderung selektif dalam melakukan pembelian. Secara teknikal, dari weekly chart terlihat indeks masih memiliki ruang untuk naik. Kisaran support-resistance pekan ini 1.592-1.700.
Etrading Securities
Senin pagi ini rata-rata index di regional bergerak flat dan turun, sementara kita mengharapkan indonesia akan di warnai dengan rally pada sektor commoditas. Top Pick kita adalah BUMI, BUY, TP:Rp1,300. Harga Timah melojak 5% ini membuat Call Buy untuk TINS Pagi ini. Harga CPO juga terus begerak ke utara, Recomendasi kita Buy kita, AALI, LSIP, SGRO dan INDF.
Regional Pagi ini: Nikkei225 (-0,03%) 8.904,84. S&P/ASX 200 (-0,01%) ke 3.776,30. Kospi (+0,09%) ke 1.330,16. STI (-1,11%) ke level 1.875,54
Commodity: CPO(+3.1%) 2.487 RMY, Light crude oil (-0.3%) $50.20/barrel, Natural gas (-0.9%) $3.70/mmbtu, Gold (+0.1%) $868.40/oz, Coal (-0.1%) $63.12/ton, Nickel (+1.6%) $12.425/ton, Tin (+5.2%) $12.180/ton.Harga minyak pengiriman bulan Mei turun 18 sen, menjadi US$ 50,24 per barrel di NYMEX pada 7:37 pm waktu Singapura. Harga minyak naik 35 sen (+0,7%) menjadi US$ 50,33 per barrel pada 17 April kemarin, seiring peningkatan produksi minyak di China sebanyak 29,4 juta metric ton minyak atau 6,92 juta barrel per hari.Dow Jones: Bursa US kembali menguat, Obama Akan meminta pertanggung jawaban Bank di US. Indeks S&P 500 +0.5% ke level 869.60, Nasdaq +0.16% menjadi 1,673.07 dan Dow Jones naik 5.90 point menjadi 8,131.33. (ir/ir)











































