Aparat Keamanan Jaga Ketat Kantor Bank Century

Aparat Keamanan Jaga Ketat Kantor Bank Century

- detikFinance
Senin, 20 Apr 2009 11:04 WIB
Aparat Keamanan Jaga Ketat Kantor Bank Century
Jakarta - Puluhan aparat keamanan menjaga ketat kantor pusat PT Bank Century Tbk (BCIC) terkait adanya rencana penagihan bersama yang digalang oleh nasabah.

"Surat demo sudah masuk ke kepolisian. Tapi belum tahu jam berapa mereka akan datang. Tapi kita meminta bantuan kepolisian untuk mengamankan," ujar salah seorang petugas keamanan BCIC di kantor pusat BCIC, Sentral Senayan, Jakarta, Senin (20/4/2009).

Berdasarkan pengamatan detikFinance di lokasi, puluhan aparat keamanan terdiri dari aparat kemanan BCIC, keamanan gedung dan kepolisian tampak menjaga ketat kantor pusat BCIC.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihak kemanan tampak mengawasi sudut-sudut plaza kantor pusat BCIC.

Rencananya, nasabah-nasabah BCIC yang menjadi korban produk reksa dana ilegal PT Antaboga Delta Sekuritas Indonesia akan menggelar aksi penagihan bersama di seluruh kantor cabang BCIC pada hari ini.

Namun hingga Senin pukul 10.30 WIB, detikFinance belum melihat kehadiran nasabah di lokasi. Ketika dikonfirmasi, salah seorang nasabah bernama Heni mengatakan, aksi penagihan bersama akan dikonsentrasikan di kantor-kantor cabang, bukan di kantor pusat.

"Kita fokusnya di kantor-kantor cabang, bukan di kantor pusat. Tapi mungkin sebagian nasabah akan ada yang datang ke kantor pusat," ujar Heni.

Hal senada pun diungkapkan oleh Z Siput, koordinator nasabah seluruh Indonesia.

"Tujuan aksi ini adalah untuk menagih dana nasabah yang hilang di BCIC. Konsentrasi memang bukan di kantor pusat, tapi di kantor-kantor cabang tempat masing-masing nasabah dulu memberi produk Antaboga," jelas Siput.

Menurut Siput, BCIC seharusnya tidak bisa mengelak lagi dengan alasan ketika nasabah melakukan penyetoran dana pembelian produk Antaboga, pemindahan dana dilakukan melalui kantor-kantor cabang BCIC.

"Jadi saat nasabah menyetor, dana masuk ke rekening BCIC. Itu ada bukti bilyet yang menunjukkan kalau dana masuk ke BCIC, di kantor cabang masing-masing nasabah melakukan penyetoran. Dalam aksi ini, nasabah akan membawa bukti-bukti tersebut," jelas Siput.

Sebagaimana dijelaskan Siput dan Heni, hingga saat ini detikFinance belum melihat tanda-tanda kehadiran nasabah di kantor pusat.

Sementara Ketua Tim Asistensi Bank Century Umar Ulin Lega ketika dihubungi mengatakan nasabah bebas-bebas saja mendatangi Bank Century asalkan dilakukan dengan tertib dan santun. Bank Century juga akan tetap beroperasi seperti biasa.

"Tapi kalau mereka menyodorkan bilyet, kami akan periksa dahulu apakah itu produk bank atau bukan. Kalau bukan produk bank, kami tolak untuk bayar karena Bank Century hanya sebagai Sub Agen Pejual. Nasabah sebenarnya sudah tahu Bank Century hanya sebagai agen penjual dan yang harusnya bertanggung jawab adalah Antaboga," katanya.

Sayangnya, lanjut Umar, nasabah terus-menerus mendesak Bank Century karena dulu yang melakukan penjualan."Bank Century kan sudah tidak melakukan penjualan lagi. Pihak Bank Century sudah cukup proaktif membantu dengan menampung keluhan mereka yang sekarang melalui proses hukum sedang dicari siapa penanggung jawabnya," katanya.

Umar juga membantah jika dikabarkan Bank Century akan melakukan pengamanan khusus untuk menghalau nasabah reksa dana yang datang.

"Yang namanya pengamanan kantor perbankan sudah standar dimana ada security internal dan polisi. Dan setiap orang yang masuk kami tidak melarang tapi akan melalui seleksi yang cukup berat," pungkasnya.

Sekedar informasi, uang nasabah Bank Century yang membeli kontrak pengelolaan dana (KPD) sekitar Rp 1,3 triliun yang diduga digelapkan oleh pemilik Bank Century Robert Tantular. Nasabah mengaku tidak akan ditawari KPD Antaboga jika bukan menjadi nasabah Bank Century.
(dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads