Bank of America baru saja mengumumkan laba US$ 4,2 miliar pada kuartal I. Namun laba itu justru tidak direspons secara positif karena diperoleh melalui gain sekali waktu, dan Bank of America diperkirakan masih memerlukan dana cash lagi untuk menutup kredit-kredit bermasalahnya.
Saham Bank of America justru terpuruk hingga 24,3% karena investor juga khawatir laba yang dicetak selama kuartal I itu tidak akan berkesinambungan. Laba bank terbesar AS itu justru memunculkan kekhawatiran tentang kelanjutan laba dari bank-bank yang sebelumnya juga telah mengumumkan hal yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan Senin (20/4/2009), indeks Dow Jones ditutup merosot hingga 289,60 poin (3,56%) ke level 7.841,73. Indeks Standard & Poor's 500 juga turun hingga 37,21 poin (4,28%) ke level 832,39 dan Nasdaq merosot 64,86 poin (3,88%) ke level 1.608,21.
Aksi jual di Wall Street ini juga dipicu oleh pernyataan chief executive Bank of America, Ken Lewis yang menyatakan bahwa lingkungan kredit semakin buruk. Saham-saham sektor finansial lain yang terpuruk adalah Citigroup yang merosot 19,5%.
Sementara saham-saham sektor energi dan komoditas juga turun tajam, menyusul merosotnya harga minyak mentah dunia. Pada perdagangan kemarin, kontrak utama minyak jenis light turun tajam 4,45 dolar (8,84%) je level US$ 45,88 per barel. Sementara minyak Brent juga merosot 3,49 dolar (6,5%) ke level US$ 49,86.
Perdagangan berjalan sangat aktif, di New York Stock Exchange transaksi mencapai 1,76 miliar atau di atas rata-rata tahun lalu yang mencapai 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 3,08 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 2,28 miliar.
(qom/qom)










































