Nasabah Ancam Lumpuhkan 10 Kantor Cabang Bank Century

Nasabah Ancam Lumpuhkan 10 Kantor Cabang Bank Century

- detikFinance
Rabu, 22 Apr 2009 11:47 WIB
Nasabah Ancam Lumpuhkan 10 Kantor Cabang Bank Century
Jakarta - Aksi penagihan nasional nasabah PT Bank Century Tbk yang membeli produk reksa dana PT Antaboga Delta Sekuritas Indonesia memasuki hari ketiga. Nasabah mengancam akan melumpuhkan operasional 10 cabang Bank Century.

"Memasuki hari ketiga penagihan nasional di Bank Century, kita belajar dan contoh Surabaya. Hari ini dan hari berikutnya adalah bikin lumpuh Bank Century di Medan, Jambi, Palembang, Tanah Abang Jakarta, Kelapa Gading Jakarta, Sriwijaya Jakarta, Yogyakarta, Solo, Denpasar,Makassar," kata Z Siput, koordinator nasabah BCIC-Antaboga seluruh Indonesia, Rabu (22/4/2009).Β 

Aksi menurut Siput karena kekecewaan nasabah sudah mencapai puncaknya akibat ketidakinginan Bank Century dalam menunjukkan itikad baiknya untuk bertanggung atas kerugian nasabah yang totalnya sekitar Rp 1,3 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski Bank Century mengatakan cuma sebagai agen penjual dalam produk Antaboga, namun nasabah bersikeras Century terlibat. Karena nasabah tidak akan ditawari produk tersebut kalau bukan menjadi nasabah Bank Century.

Sebelumnya, Maryono, Direktur Utama PT Bank Century Tbk dalam siaran pers, Senin (20/4/2009) mengatakan manajemen tidak mempunyai kewenangan untuk memenuhi klaim para investor sebab kewenangan.

"Kami hanyalah sebatas kewenangan pengelolaan dan operasional Bank Century. Kalau kami memenuhi klaim tersebut, justru malah kami yang melawan hukum. Kami ingin selalu taat azas," ujar Maryono.

Siput menjelaskan, adanya kesamaan 4 digit kode awal dalam Nomor Referensi produk Antaboga dan 4 digit awal rekening simpanan BCIC merupakan bukti nyata bahwa produk Antaboga sekaligus menjadi produk BCIC.

Ketua Tim Asistensi Bank Century Umar Ulin Lega ketika diminta konfirmasi soal aksi tersebut mengatakan sebenarnya ancaman tersebut sudah ada sejak tanggal 20 April 2009.

"Tapi kan belum ada, kita masih menunggu dan melihat apakah mereka benar-benar bisa melumpuhkan. Kita juga sudah koordinasi dengan tim keamanan, tapi kalau akhirnya mereka bisa ya tentu kita tidak akan tinggal diam. Kita akan menempuh jalur hukum," kata Umar. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads