Pasar Saham Cermati Retaknya Duet SBY-JK

Pasar Saham Cermati Retaknya Duet SBY-JK

- detikFinance
Kamis, 23 Apr 2009 07:32 WIB
Pasar Saham Cermati Retaknya Duet SBY-JK
Jakarta - Panasnya suhu politik dengan retaknya koalisi Partai Demokrat dan Partai Golkar membuat pelaku pasar khawatir. Investor cemas jalannya pemerintahan akan terganggu karena duet SBY-JK yang tak harmonis lagi.

Pelaku pasar memilih tiarap dulu melihat kejelasan konstelasi koalisi politik. Meski SBY berpeluang besar dalam Pilpers namun dukungan yang rendah di parlemen ditakutkan akan membuat posisi pemerintah rentan digoyang.

Investor berharap koalisi Demokrat dan Golkar berlanjut meskiΒ  nantinya SBY dalam pemerintahan ke depan tidak lagi bersama Kalla. Tingginya tensi politik ini diprediksi akan ikut mempengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (23/4/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham-saham unggulan yang sudah dalam kondisi jenuh beli rawan mengalami pelemahan. Meski begitu transaksi saham diprediksi akan tetap tinggi karena masih ramainya perdagangan.Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β 

IHSG juga akan mengikuti pergerakan bursa saham regional. Indeks Nikkei pada Kamis pagi ini menguat 49,64 poin (0,57%) menjadi 8.776,94.

Sementara Indeks Dow Jones dan Standard & Poor's 500 kembali merosot, setelah Morgan Stanley mengumumkan kinerja yang mengecewakan sekaligus memunculkan lagi kekhawatiran akan sektor perbankan.

Pada penutupan perdagangan Rabu waktu AS (22/4/2009), indeks Dow Jones tercatat turun 82,99 poin (1,04%) ke level 7.886,57. Indeks S&P 500 juga turun 6,53 poin (0,77%) ke level 843,55 dan Nasdaq naik 2,27 poin (0,14%) ke level 1.646,12.

Sedangkan IHSG pada penutupan perdagangan saham Rabu kemarin (22/4/2009) turun 13,617 poin (0,84%) menjadi 1.615,232.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities


Meskipun sempat menembus level 1.670, profit taking oleh investor lokal mendominasi perdagangan sehingga menekan indeks ke posisi 1.615. Koreksi terutama di sektor pertambangan turun -4,2% dan perkebunan -3,3% sementara perbankan jadi penopang bursa. Kondisi yang cukup lama overbought menjadi katalis penurunan sampai indeks berada dalam keseimbangan baru. Mesipun turun, major up trend masih dominan dindikasikan transaksi masih cukup tinggi.Β  Buy on weakness bisa menjadi pilihan karena memberikan swing yang cukup menarik. Pergerakan harian di level 1.590-1.660.

Panin Sekuritas

IHSG kemarin kembali bergerak melemah seiring dengan berlanjutnya profit taking. IHSG gagal mempertahankan kenaikan yang terjadi pada sesi 1 perdagangan kemarin. Tensi politik yang memanas kemarin sedikit banyak berpengaruh terhadap pergerakan indeks. Investor memanfaatkan kondisi tersebut untuk merealisasikan keuntungan terhadap saham yang telah mengalami kenaikan tajam. Tercatat saham BUMI, UNSP, dan INDF menjadi beberapa saham yang menjadi pendorong turunnya indeks dalam perdagangan kemarin. Meski bergerak melemah, kami masih melihat IHSG bergerak dalam trend menguat. Profit taking yang kemarin terjadi kami nilai masih cukup wajar. Beberapa saham perbankan masih cukup menarik untuk diakumulasi dalam jangka pendek. Kisaran support-resistance hari ini 1.602-1.625.

eTrading Securities


Kemarin, saham bakrie related tertekan di sesi perdagangan ke dua. Rumor yang menyatakan kegagalan koalisi Golkar ke demokrat menjadi alasan koreksi dari saham group tersebut. Saya melihat faktor politik masih terlalu dini untuk menjadi tolak ukur untuk pergerakan saham tersebut. IHSG masih kokoh pada pandangan kita, USD/IDR dan Stabilitas Politik menjadi faktor pengutan IHSG.

Hari ini diperkirakan IHSG akan bergerak flat dengan perdagangan yang tipis. Sementara diperkirakan ada sedikit koreksi di sektor komoditas (Copper -1,2%). (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads