Pekan ini investor tengah menunggu rapat the Fed pada 30 April, pengumuman inflasi 1 Mei, laporan keuangan triwulan I-2009 dan perkembangan koalisi partai politik menjelang pengajuan nama capres dan cawapres.
Kejadian-kejadian di atas akan sangat mempengaruhi pergerakan IHSG pada Senin (27/4/2009). Selain itu juga pelaku pasar akan melihat arah pergerakan bursa regional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data penjualan rumah AS di bulan Maret yang berkurang pelemahanya membuat Wall Street sedikit terhibur. Masa-masa krisis dinilai sudah menyentuh posisi terdalam tinggal berjalan ke jalur pemulihan..
Departemen Perdagangan AS mengumumkan data penjualan rumah di bulan Maret cuma turun 0,6% yang dinilai pelaku pasar lebih baik dari perkiraan sebelumnya. Permintaan barang-barang manufaktur cuma turun 0,8% lebih baik dari perkiraan sebelumnya yang turun 1,5%.
Pada penutupan perdagangan saham Jumat waktu AS (24/4/2009) indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 117,95 poin (1,48%) menjadi 8.075,01. Nasdaq juga naik 42,08 poin (2,55%) menjadi 1.694,29 dan Standard & Poor's 500 naik 13,84 poin (1,62%) ke level 865,76
Sedangkan IHSG pada penutupan perdagangan saham Jumat (24/4/2009) turun sedikit 1,364 poin (0,09%) menjadi 1.591,336.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Panin Sekuritas
Pekan ini kami perkirakan pergerakan indeks akan dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain angka inflasi bulanan, kemudian sidang FOMC (30/4/2009). Selain itu, laporan kinerja 1Q-2009 baik juga akan menjadi fokus perhatian investor.
Secara teknikal, dari weekly chart dapat kita lihat IHSG ditutup di atas upper Bollinger band. Volume yang lebih rendah juga mengindikasikan investor melakukan pola 'wait & see' terhadap perkembangan politik dan ekonomi makro lebih lanjut. Arah tren menunjukkan menguat/bullish yang dimulai sejak awal Maret. Kisaran support-resistance 1.560-1.648.
Optima Securities
Indeks mengikuti pergerakan bursa regional yang bergerak mixed sehingga melemah tipis 1 poin ke posisi 1.591. Investor cenderung menahan diri membeli secara agresif karena menunggu laporan keuangan kuartal I-2009 yang banyak keluar sepekan ini. Sektor perkebunan, konsumer dan pertambangan menjadi penopang bursa sementara infrastruktur terkoreksi. Selain laporan keuangan, data inflasi juga akan menjadi katalis pergerakan indeks. IHSG selanjutnya bakal bergerak di level 1.570-1.610 dengan pilihan saham: ASII, BUMI, ELTY, LSIP, dan CTRA.Β eTrading Securities
Market masih mengunggu hasil stress test di AS sementara. Market di perkirakan akan flat sementara beberapa counter yang menjadi fokus adalah, ADRO investor akan menjual sahamnya di harga minimun Rp 1.200 atau 20% lebih tinggi dari harga penutupan jumat dan 9% di atas harga IPO Rp 1.100.
Dari Counter CPO, harga CPO di Malaysia terus bergerak naik. Ini membuat call kita untuk hari ini pada saham CPO, rekomendasi kita, LSIP, INDF dan SGRO yang masih layak di koleksi.
Dow Jones: Penghitungan akuntansi Stress Test menyebabkan kemungkinan penambahan modal. Lembaga pengatur keuangan US akan memaksa bank - bank untuk meningkatkan modal baru atau menambahkan 'extra cash' setelah penghitungan asset dari neraca saldo mereka ketika stress test dilakukan pada 19 bank terbesar di US. Kemungkinan bank tersebut membutuhkan US$ 70 miliar modal tambahan untuk menutupi selisih akibat dari perubahan penghitungan akuntansi. Bank yang diinformasikan hasil sementaranya antara lain CitiGroup Inc., Bank of America Corp., Goldman Sachs Group Inc., GMA LLC, MetLife Inc., Fifth Third Bancorp dan Region Financial Corp. Kepala Staff Gedung Putif, Rahm Emanuel mengatakan akan terdapat beberapa tingkatan hasil stress test. (ir/ir)











































