Minyak Melonjak, Wall Street Menguat

Minyak Melonjak, Wall Street Menguat

- detikFinance
Sabtu, 02 Mei 2009 07:39 WIB
New York - Saham-saham di Wall Street menutup akhir pekan dengan penguatan tipis, berkat penguatan saham-saham sektor energi ditambah data perekonomian baru yang menunjukkan sebagian lini perekonomian sudah membaik.

Pada perdagangan Jumat (1/5/2009), indeks Dow Jones ditutup menguat 44,29 poin (0,54%) ke level 8.212,41. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 4,71 poin (0,54%) ke level 877,52 dan Nasdaq menguat 1,90 poin (0,11%) ke level 1.719,20.

Sepanjang pekan ini, Dow Jones menguat 1,7%, S&P 500 menguat 1,3% dan Nasdaq menguat 1,5%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham-saham energi menjadi pendorong utama setelah harga minyak mentah dunia kembali naik. Saham Exxon Mobil naik 2% dan indeks energi S&P menguat 3%.

Menurut Carl Birkelbach, chairman dan CEO Birkelbach Investment Securities, harga saham-saham energi saat ini sudah terhitung sangat murah, sehingga sudah waktunya untuk naik.

"Jika perekonomian berbalik, sebagaimana dikatakan pasar, the Fed dan Obama kepada kami, maka secara alami harga energi akan kembali naik," ujarnya seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (2/5/2009).

Harga minyak mentah dunia kemarin kembali melonjak menembus level tertingginya dalam sebulan terakhir. Kontrak utama New York untuk minyak jenis light naik 2,08 dolar menjadi US$ 53,20 per barel. Sementara minyak Brent juga naik 2,05 dolar menjadi US$ 52,85 per barel.

Namun penguatan Wall Street terhambat oleh merosotnya saham American Expres hingga 2,7%, setelah regulator menunda pengumuman stress test. Investor khawatir penundaan pengumuman hasil stress test bisa diartikan bank menambahkan tambahan modal lagi.



(qom/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads