Pada perdagangan Jumat (1/5/2009), indeks Dow Jones ditutup menguat 44,29 poin (0,54%) ke level 8.212,41. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 4,71 poin (0,54%) ke level 877,52 dan Nasdaq menguat 1,90 poin (0,11%) ke level 1.719,20.
Sepanjang pekan ini, Dow Jones menguat 1,7%, S&P 500 menguat 1,3% dan Nasdaq menguat 1,5%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Carl Birkelbach, chairman dan CEO Birkelbach Investment Securities, harga saham-saham energi saat ini sudah terhitung sangat murah, sehingga sudah waktunya untuk naik.
"Jika perekonomian berbalik, sebagaimana dikatakan pasar, the Fed dan Obama kepada kami, maka secara alami harga energi akan kembali naik," ujarnya seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (2/5/2009).
Harga minyak mentah dunia kemarin kembali melonjak menembus level tertingginya dalam sebulan terakhir. Kontrak utama New York untuk minyak jenis light naik 2,08 dolar menjadi US$ 53,20 per barel. Sementara minyak Brent juga naik 2,05 dolar menjadi US$ 52,85 per barel.
Namun penguatan Wall Street terhambat oleh merosotnya saham American Expres hingga 2,7%, setelah regulator menunda pengumuman stress test. Investor khawatir penundaan pengumuman hasil stress test bisa diartikan bank menambahkan tambahan modal lagi.
(qom/qom)
