IPO BUMN Tunggu IHSG Tembus 2.000

IPO BUMN Tunggu IHSG Tembus 2.000

- detikFinance
Rabu, 06 Mei 2009 12:15 WIB
IPO BUMN Tunggu IHSG Tembus 2.000
Jakarta - Rencana pelepasan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) sejumlah BUMN baru akan dilanjutkan jika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus level 2.000.

Demikian disampaikan Menneg BUMN Sofyan Djalil disela-sela breakfast meeting di Gedung Bulog, Jakarta, Rabu (6/5/2009).
Β 
"Untuk sementara nantilahΒ  dengan harga saham sekarang, kalau indeks di atas 2.000 baru kita bicara," katanya.Menurutnya patokan indeks tersebut tidak mutlak, karena tergantung dengan jenis BUMN yang akan go public, misalnya PT Krakatau Steel (persero) yang merupakan perusahaan baja. Sangat tidak tepat jika melakukannyaΒ  pada saat harga baja dunia anjlok (40%).

"Kalau Krakatau SteelΒ  harga baja seperti itu siapa yang mau ini," jelas Sofyan ketika ditemui di JCC.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diketahui dalam tahun 2009 ini, beberapa perusahaanΒ  BUMN yang sudah masuk daftar IPO diantaranya BTN, Krakatau Steel, Jasindo, dan lain-lain.Meski menilai kondisi pasar saat ini belum kondusif untuk melepas saham BUMN, namun Sofyan merasa kinerja BUMN rata-rata bagus di kuartal pertama 2009.

"Kuartal I semua bagus, mestinya bagus," tambahnya.
Pembiayaan BUMN


Terkait pembiayaan untuk proyek-proyek BUMN, Sofyan menghimbau agar ada standar yang sama untuk kedisiplinan BUMN dalam menyerap pembiayaan dari perbankan. Hal ini penting mengingat banyaknya terjadi kredit macet di sejumlah BUMN.

"Bank-bank memberikan standar yang sama supaya mereka bisa disiplin, karena beberapa kasus beberapa tahun lalu kredit-kredit BUMN juga macet," katanya.
Β 
Khusus untuk sektor pertanian, Sofyan menegaskan tidak ada perlakuan khusus bagi sektor ini. Yang terpenting adalah memastikan bahwa sektor pertanian tidak kekurangan pembiayaan karena bisnis di sektor ini cukup menguntungkan.

"Hasil studi menunjukan, beras bisa memberikan margin sampai 50%, oleh sebab itu pengusaha swasta sekarang masuk ke sektor ini. Mereka melihat potensi itu," tambahnya. (ang/lih)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads