"Kami masih menunggu komentar dari Bapepam soal rencana ini," ujar Direktur Utama PT Relliance Securities, Orias Petrus Moedak saat dihubungi detikFinance, Kamis (7/5/2009).
Relliance merupakan salah satu penjamin emisi IPO Inovisi mendampingi PT Investindo Nusantara Sekuritas sebagai penjamin emisi lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana IPO akan digunakan untuk investasi infrastruktur telekomunikasi dengan memasang mirroring system dan perluasan platform infrastruktur sebesar 85%, sisanya 15% untuk modal kerja.
Permohonan IPO telah diajukan ke Bapepam dan BEI. Tadinya, Inovisi berharap pernyataan efektif IPO bisa diperoleh pada April 2009. Namun hingga saat ini pernyataan efektif belum diterima perseroan, sehingga IPO menjadi tertunda.
"Kami juga tidak tahu kenapa belum keluar. Selama ini belum ada jawaban dari Bapepam atas permohonan IPO Inovisi," ujar Orias.
Kendati demikian, Orias tetap optimistis IPO Inovisi dapat dilangsungkan sebelum semester I-2009 berakhir. Orias memperkirakan pernyataan efektif akan diperoleh dalam waktu dekat.
"Tetap di semester I kok. Belum ada perubahan rencana. Kami berharap pernyataan efektif keluar dalam bulan-bulan ini," ujarnya.
Saat ini pemegang saham Inovisi adalah PT Green Pine (99%) dan PT Surya Multi Prima (1%). Inovisi memiliki 4 anak usaha yaitu, PT Chiron Max, PT Graha Tunas Makmur, PT Andaman Multi Kreasi dan Fastline Limited.
(dro/ir)











































