Kreditor yang memberikan pinjaman itu adalah Development banks FMO (Nederlandse Financierings–Maatschappij voor Ontwikkelingslanden NV) Belanda, DEG (Deutsche Investitions-und Entwicklungsgesellschaft mbH) Jerman dan NG Bank NV.
Dalam siaran pers, Jumat (8/5/2009) FMO dan ING menjadi lead arrangers dalam transaksi ini. FMO menyediakan dana US$ 30 juta dengan tenor 8 tahun. Sedangkan ING menyediakan US$ 15 juta dengan tenor 5 tahun. Sedangkan DEG yang menjadi co-lender menyediakan dana US$ 15 juta dengan tenor 8 tahun.
Pinjaman dengan tenor ini dinilai sangat relevan dengan kondisi saat ini karena pembiayaan dolar AS untuk jangka panjang sedang langka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perjanjian pinjaman tersebut telah diteken pada 5 Mei di Jakarta yang dihadiri Haryanto Adikoesoemo, presdir PT AKR Corporindo Tbk, Jack de Kreij, CFO Royal Vopak and Member of the Executive Board, Mr Jurgen Rigterink, CIO, FMO, Mr Klaus Overbeck, Sr. Vice President, DEG and Mr Bert van der Toorn, Managing Director, ING Bank.
AKR memiliki saham di JTT sebesar 51% dan Vopak sebesar 49%.
(ir/qom)











































