"Kami belum menerima konfigurasi yang diperlukan untuk menambah kapasitas jadi 1 order per hari," ujar Direktur Teknologi dan Informasi Bursa Efek Indonesia, Bastian Purnama saat dihubungi detikFinance, Minggu (10/5/2009).
Menurut Bastian, akibat Nasdaq OMX belum mengirimkan konfigurasi sistem yang dibutuhkan tersebut, BEI hingga saat ini belum bisa melakukan ujicoba penambahan kapasitas pada mocktrading.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, keperluan penambahan kapasitas menjadi 1 juta pesanan per hari dilakukan untuk mengantisipasi terulangnya gangguan sistem yang menyebabkan seluruh perdagangan di lantai bursa terhenti pada perdagangan Sesi II 23 April 2009.
Ketika itu, gangguan yang terjadi di kantor cabang Medan milik PT Trimegah Securities Tbk (TRIM) telah menyebabkan gangguan sistemik pada seluruh sistem JATS-NextG. Pengiriman data pesanan berulang sebanyak 220.086 kali, diikuti dengan pembatalan pesanan (withdraw order) sejumlah sama ke sistem pencatatan data BEI, telah menyebabkan kapasitas memori pencatatan menjadi penuh.
Saat ini, kapasitas order yang mampu ditangani BEI sebanyak 500 ribu order per hari. Dengan adanya pesanan masuk dan pembatalan sebanyak 440 ribu order TRIM pada 23 April 2009, BEI mencoba menambah kapasitas menjadi 1 juta order per hari. Tujuannya untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Namun sayangnya, hingga saat ini realisasi penambahan kapasitas tersebut belum dapat diwujudkan. Nasdaq OMX sebagai vendor yang membangun JATS-NextG kurang gesit dalam menjawab persoalan-persoalan yang diajukan BEI. Hingga saat ini, Nasdaq OMX belum memberikan konfigurasi utuh guna menambah kapasitas tersebut.
"Kalau mereka saja belum bisa memberikan konfigurasinya, apalagi kami. Kami kan disini posisinya sebagai user, mereka yang membangun sistemnya," ujar Bastian.
Kendati demikian, Bastian mengatakan BEI belum akan melakukan tindakan lebih jauh untuk mempercepat realisasi penambahan kapasitas 1 juta order per hari. Alasannya, pada dasarnya tidak ada masalah pada JATS-NextG.
"Ini kan sifatnya tidak urgent. JATS-NextG sebenarnya tidak ada masalah. Masalah waktu itu kan pada sistem Trimegah, bukan di BEI. Kapasitas order kita saat ini masih cukup kok. Order 500 ribu per hari itu besar lho, selama ini saja kalau normal paling banyak order masuk per hari masih sekitar 320 ribu order per hari. Jadi penambahan kapasitas 1 juta order tidak harus buru-buru," ujar Bastian.
(dro/dro)










































