Data Departemen Perdagangan AS menunjukkan penjualan ritel negara tersebut turun hingga 0,4% selama April. Sementara angka revisi Maret juga menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masih dalam tekanan.Β Β
Pada penutupan perdagangan valas Rabu waktu AS (13/5/2009) dolar AS menguat terhadap euro yang terpukul ke 1,3598 dolar AS dibanding hari sebelumnya 1,3643 dolar AS.
"Ketidakpastian akan prospek ekonomi global kembali muncul yang membuat pelaku pasar kembali melirik dolar AS sebagai mata uang paling aman menyusul anjloknya saham dan ritel di AS," kata analis pasar uang Joel Kruger seperti dilansir dari AFP, Kamis (14/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketakutan pelaku pasar cukup beralasan karena selama ini penjualan konsumer adalah kunci untuk melakukan pemulihan karena dua pertiga dari ekonomi dunia digerakkan dari belanja konsumen.
Sementara mata uang rupiah masih akan berputar di level 10.300-an per dolar AS menyusul masih tingginya transaksi di lantai bursa.
Pada perdagangan valas pukul 08.10 WIb, Kamis (14/5/2009) rupiah ada di level 10.335 per dolar AS dan ditransaksikan di kisaran 10.330-10.340 per dolar AS.
Posisi rupiah Kamis pagi ini tidak jauh berbeda dengan penutupan Rabu kemarin (13/5/2009) di level 10.363 per dolar AS.
(ir/ir)











































