Namun Rugeh tetap yakin bisa lolos untuk maju dalam pemilihan direksi BEI 24 Juni 2009.
"Pertanyaannya susah," cetus Rugeh usai melakukan fit and proper test di gedung Bapepam LK, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (18/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salah satu yang cukup berat itu pertanyaan soal IT, terutama bagaimana tim saya nanti bisa menjamin keamanan IT di bursa agar investor tidak dirugikan," katanya.
Bapepam LK memang cukup concern menanggapi masalah seputar IT yang terjadi di BEI belakangan ini. Menurut Rugeh, Bapepam memang cukup dalam menggali pertanyaan seputar IT ini.
"Yah paling berat masalah IT, tapi secara umum hampir semuanya sulit," ucap Rugeh jujur.
Kendati begitu dia tetap optimistis paket direksi yang dipimpinnya bisa lolos ke pemilu BEI. Rugeh mengatakan salah satu visi dan misinya adalah mengembangkan brokerage.
"Saya rasa pengembangan broker itu perlu dilakukan untuk lebih membuat pasar modal jadi atraktif lagi," katanya.
Setelah Rugeh yang ikut fit and proper test selanjutnya adalah Achmad Zaky Hamid, konsultan IT dan mantan direktur PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia/KPEI. Rugeh dan Zaky berada dalam satu paket. (ir/qom)











































