Konflik AS-Iran Hambat Rencana Telkom Akuisisi Iran Telecom

Konflik AS-Iran Hambat Rencana Telkom Akuisisi Iran Telecom

- detikFinance
Selasa, 19 Mei 2009 15:37 WIB
Konflik AS-Iran Hambat Rencana Telkom Akuisisi Iran Telecom
Jakarta - Rencana PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) mengakuisisi Iran Telecom terganjal konflik hubungan politik antara Amerika Serikat dengan Iran. Akuisisi Iran Telecom dianggap bisa mengganggu hubungan perseroan dengan pemegang saham di AS.

"Saat ini kami sedang mengkaji ulang rencana akuisisi Iran Telecom karena adanya konflik antara AS dengan Iran," ujar VP Investor Relations TLKM, Heri Supriadin di Wisma BNI, Jakarta, Selasa (19/5/2009).

Menurut Heri, dalam rencana akuisisi Iran Telecom,TLKM berada pada posisi dilematis. Di satu sisi, akuisisi Iran Telecom akan memberikan peluang ekpansi TLKM dalam mengembangkan pasar industri telekomunikasi di kawasan Timur Tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di sisi lain, ada kebijakan AS yang meminta pada warga AS agar tidak melakukan investasi baik secara langsung maupun tidak langsung dengan negara-negara yang hubungannya sedang tidak baik dengan AS," jelas Heri.

TLKM merupakan perusahaan yang mencatatkan sahamnya di tiga bursa yaitu Bursa Efek Indonesia (BEI), New York Stock Exchange (NYSE) dan London Stock Exchange (LSE).

"Pemegang saham kita di AS kebanyakan dana pensiun dan mutual fund. Dilemanya adalah, jika kami ambil Iran Telecom maka pemegang saham di AS bisa pergi. Namun di sisi lain, Iran Telecom punya potensi pasar yang bagus," ujar Heri.

Namun yang jelas, Heri mengatakan, Iran Telecom telah memberikan kemudahan fasilitas pembayaran akuisisi kepada TLKM.

"Mereka menawarkan mekanisme pembayaran yang luwes. Bisa dicicil selama 10 tahun. Jadi tidak memberatkan, ditambah potensi pasarnya bagus," jelas Heri.

Oleh sebab itu, Heri melanjutkan, perseroan kini sedang mengkaji ulang secara mendalam rencana akuisisi Iran Telecom. Heri belum dapat memberikan kepastian soal kelanjutan akuisisi tersebut.

"Masih kami kaji lebih lanjut. Belum ada keputusan final," ujarnya.

(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads