"Ada 5 tambang yang sedang kami lihat," ujar Direktur Utama ANTM, Alwin Syah Loebis usai RUPS Tahunan di gedung Antam, Jl TB Simatupang, Jakarta, Rabu (27/5/2009).
Alwin mengatakan, saat ini perseroan sedang dalam tahap due diligence dengan pemilik 5 tambang tersebut. Namun ia enggan menyebutkan perkiraan nilai akuisisi tambang-tambang tersebut, maupun dana yang disiapkan perseroan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alwin hanya menyebutkan setiap tambang tersebut memiliki cadangan deposit antara 10 sampai 60 juta ton batubara atau total sekitar 50 hingga 300 juta ton batubara.
Rencana ANTM mengakuisisi tambang batubara terkait kebutuhan batubara untuk proyek PLTU perseroan di Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Dalam pembangunan PLTU Pomalaa, ANTM bekerja sama dengan PT Indika Energy Tbk (INDY).
Nilai investasi pembangunan PLTU ini sekitar US$ 300 juta. Listrik yang dihasilkan PLTU Pomalaa akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik pabrik feronikel perseroan.
"Kebutuhan batubara PLTU Pomalaa setelah beroperasi di 2010 sekitar 2 sampai 3 juta ton per tahun," ujar Alwin.
Meski Alwin enggan menyebutkan nilai akuisisi tambang tersebut, namun pendanaan akuisisi akan menggunakan kombinasi kas internal dan pendanaan eksternal.
"Kas kita masih sebesar US$ 300 juta. Tapi nanti akan menggunakan pendanaan eksternal juga," ujarnya.
(dro/ir)











































