Intraco Penta Bidik Laba Rp 50 Miliar di 2009

Intraco Penta Bidik Laba Rp 50 Miliar di 2009

- detikFinance
Selasa, 02 Jun 2009 18:38 WIB
Intraco Penta Bidik Laba Rp 50 Miliar di 2009
Jakarta - Perusahaan distribusi alat berat, PT Intraco Penta Tbk (INTA) menargetkan perolehan laba bersih sebesar Rp 50 miliar di 2009 atau tumbuh lebih dari dua kali lipat dari pencapaian tahun 2008 sebesar Rp 22,943 miliar. Langkah ini dilakukan dengan memfokuskan penjualan alat berat di sektor agribisnis.

"Intraco menargetkan laba sebesar Rp 50 miliar di 2009, naik lebih dari dua kali lipat dari tahun 2008," ujar Direktur Utama INTA, Jimmy Halim dalam siaran persnya, Selasa (2/6/2009).

Untuk itu, perseroan berencana menggenjot penjualan alat berat di sektor
agribisnis. "Kami akan genjot alat berat di sektor agribisnis yang menjadi fokus perseroan di tahun 2009," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jimmy mengatakan, dengan memfokuskan pada penjualan di sektor agribisnis akan memberikan kontribusi hingga 15% dari total penjualan perseroan di tahun 2009. Padahal, sepanjang 2008 kontribusi penjualan sektor ini hanya sebesar 2%.

Untuk mencapai target tersebut, ia melanjutkan, perseroan bekerjasama
dengan dua produsen traktor agribisnis. Produk yang dijual adalah traktor
Mahindra dari Amerika Serikat dan SDLC dari China .

"Kerjasama ini baru dilakukan tahun 2009,” katanya.

Tahun ini, target penjualan Mahindra dan SDLC diperkirakan mencapai 50-100 unit atau sekitar 5% dari pangsa pasar alat berat nasional di 2009 yang sekitar 2.000 unit.

"Intraco menargetkan pangsa pasar 5% dari penjualan alat berat nasional yang pada tahun ini diperkirakan mencapai 2.000 unit," ujarnya.

Menurutnya, langkah memfokuskan penjualan di sektor agribisnis akan menyebabkan penurunan angka penjualan alat berat di sektor pertambangan yang pada 2008 memberikan kontribusi sekitar 88%. Tahun ini, kontribusi penjualan alat berat sektor pertambangan diperkirakan turun menjadi 75% dari total penjualan 2009.

"Sisanya sebesar 10%, berasal dari sektor infrastruktur dan lainnya," ujarnya.

Sementara itu, pemegang saham menyetujui agenda pembagian dividen tahun 2008 sebesar Rp 20 per saham atau senilai Rp 8,64 miliar. Dividen tersebut setara dengan 37,6% dari laba bersih untuk tahun buku 2008 yang sebesar Rp 22,943 miliar.

"Persetujuan pembagian dividen sebesar Rp 20 per saham telah disetujui oleh pemegang saham," katanya.

Perseroan akan mendistribusikan dividen tersebut kepada pemegang saham pada 7 Juli 2009. Sisa laba bersih 2008 akan dimasukkan ke dalam
retain earning guna pengembangan usaha.

Hingga akhir 2008, pendapatan INTA tercatat sebesar Rp 1,052 triliun, atau naik 58,9% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 661,782 miliar. Laba bersihnya melonjak 141% menjadi Rp 22,943 miliar (Rp 53 per saham) dibandingkan Rp 9,513 miliar (Rp 22 per saham).

(dro/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads