Tren kenaikan harga minyak dunia ini akan membuat pendapatan dari emiten komoditas tambah gemuk, sehingga pelaku pasar melihat saham sektor ini masih cukup baik dikoleksi.
Namun kenaikan IHSG yang sudah kelewat tinggi dikhawatirkan akan membuat berbalik arah karena terkena aksi ambil untung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara indeks Nikkei Jepang, pada Jumat pagi ini naik 83,55 poin (0,86%) ke posisi 9.752,51. Nikkei mengikuti Wall Street yang juga positif karena kenaikan harga komoditas mengikuti naiknya harga minyak dunia.
Pada penutupan perdagangan Kamis waktu AS (4/6/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik hingga 74,96 poin (0,86%) ke level 8.750,24. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 10,70 poin (1,15) ke level 942,46, Nasdaq menguat 24,10 poin (1,32%) ke level 1.850,02.
Sedangkan IHSG pada penutupan perdagangan saham, Kamis (4/6/2009) naik 21,802 poin (1,08%) menjadi 2.032,716.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Indeks ditutup masih menguat 21 poin keposisi 2.032 di tengah aksi profit taking investor asing yang mencatat net sell Rp 246 miliar serta sentimen negatif bursa regional. Saham ASII dan PGAS menjadi penopang bursa sementara nilai transaksi turun dibandingkan hari sebelumnya. Saat ini, IHSG tepat berada di upper band serta fully overbought sehingga jika harga minyak terkoreksi kembali maka lebih baik sell on strength guna mengurangi resiko. Selanjutnya arah pergerakan indeks masih mengandalkan sentimen luar dengan dengan dikisaran 2.000-2.060. Beberapa saham pilihan: BMRI, BTEL, ISAT, KLBF, dan UNVR.
(ir/ir)










































