Pasar Saham Belum Segar

Pasar Saham Belum Segar

- detikFinance
Selasa, 09 Jun 2009 07:41 WIB
Pasar Saham Belum Segar
Jakarta - Pasar saham dalam negeri masih akan layu karena potensi berlanjutnya pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan yang cenderung tertekan.

IHSG juga akan mengikuti pergerakan bursa regional dan Wall Street yang cenderung melemah. Faktor harga saham-saham di Bursa Efek Indonesia yang sudah mahal membuat investor konsolidasi dulu.

Indeks Nikkei Jepang pada Selasa pagi ini dibuka melemah 41,05 poin (0,42%) menjadi 9.824,58. Nikkei mengikuti terbatasnya pergerakan di Wall Street.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan Senin waktu AS (8/6/2009), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat tipis 1,36 poin (0,02%) ke level 8.764,49. Indeks Standard & Poor's 500 turun tipis 0,95 poin (0,10%) ke level 939,14 dan Nasdaq turun tipis 7,02 poin (0,38%) ke level 1.842,40.

Sedangkan IHSG pada penutupan perdagangan saham, Senin kemarin (8/6/2009) turun 22,284 poin (1,07%) menjadi 2.056,647.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Setelah menyentuh level resistant di 2.100, indeks akhirnya terkoreksi 22 poin ke posisi 2.056 dipicu profit taking di sektor pertambangan. Koreksi tersebut wajar karena bursa regional yang melemah, kondisi IHSG sendiri sudah overbought cukup lama. Potensi pelemahan masih terbuka mengingat indeks masih di posisi upper band dengan pergerakan harian di 2.040-2.090.

Panin Sekuritas


IHSG ditutup melemah -1,07% pada 2.056,647. Melemahnya indeks menyusul tekanan jual yang terjadi pada sesi 2 kemarin sore, meski pada sesi pagi perdagangan indeks sempat bergerak menguat signifikan. Aksi profit taking pada indeks juga dipengaruhi oleh bursa Asia dan Eropa yang cenderung bergerak melemah. Disamping itu, harga komoditas terlihat juga bergerak melemah seiring dengan melemahnya harga minyak mentah dunia. Seiring dengan melemahnya indeks, nilai tukar rupiah juga bergerak melemah dibandingkan USD. Sinyal akan pulihnya perekonomian AS dari resesi berhasil mengangkat USD dibandingkan mata uang lainnya. Kami melihat penurunan indeks yang terjadi kemarin masih cukup wajar.

Kinerja IHSG tercatat merupakan yang terbaik di kawasan Asia. Dalam 3 bulan terakhir IHSG tercatat mengalami kenaikan sebesar 63%. Beberapa saham bahkan telah kembali ke level sebelum krisis global terjadi. Dari chart juga terlihat bahwa indeks masih berada dalam trend menguat. Sementara hari ini kami perkirakan indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Kisaran support-resistance 2.030-2.077.
(ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads