Harga minyak mentah kemarin ditutup menembus angka tertinggi sejak November 2008 didukung harapan akan pemulihan ekonomi dan pelemahan dolar As.
Pada perdagangan Selasa (9/6/2009), kontrak utama minyak light pengiriman Juli ditutup naik 1,92 dolar ke level US$ 70,01 per barel yang merupakan level tertinggi sejak 4 November 2008. Sementara minyak Brent pengiriman Juli ditutup naik 1,74 dolar ke level US$ 69,62 per barel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain menyalahkan spekulator atau menyatakan bahwa tidak ada alasan fundamental untuk minyak berada dimana, bebeberapa orang mulai menyadari apa yang telah mendorong minyak. Harga minyak didorong oleh krisis kredit, dolar dll," ujar Phil Flynn, analis dari Alaron Trading seperti dikutip dari AFP, Rabu (10/6/2009).
Sementara saham-saham di Wall Street ditutup datar-datar saja, meski ada kabar baik 10 bank besar akan membayar dana bailout pemerintah AS.
Pada perdagangan Selasa (9/6/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup melemah 1,43 poin (0,02%) ke level 8.763,06. Indeks Standard & Poor's 500 naik 3,29 poin (0,35%) ke level 942,43 dan Nasdaq naik 17,73 poin (0,96%) ke level 1.860,13.
Kenaikan harga minyak membuat saham-saham energi menguat. Sementara Nasdaq bisa menguat tajam berkat lonjakan harga saham Texas Instruments hingga 6,3%.
Perdagangan sangat rendah, di New York Stock Exchange mencapai 1,06 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang hanya 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi hanya 2,16 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebanyak 2,28 miliar.
(qom/qom)











































