"Melalui right issue tersebut rasio kecukupan modal (CAR) bank Kesawan akan meningkat menjadi 13,53 persen dari sebelumnya yang hanya sebesar 10,3 persen," ujar Presiden Direktur BKSW, Dinno Indiano sebelum acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Hotel Nikko, Jakarta, Senin (15/06/2009).
Ia mengatakan, sesuai dengan ketetapan Bapepam-LK jika perseroan berencana right issue maka harus ada standby buyer-nya. "Yang sudah bersedia menjadi standby buyers kita yakni PT Malomo Transportindo," ujarnya.
Direktur Treasury Bank Kesawan, Rusli mengatakan selain untuk memperkuat permodalan dan ekspansi kredit, right issue tersebut akan digunakan untuk pembukaan kantor cabang baru dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (sdm) bank Kesawan.
"Dari right issue tersebut, akan digunakan 75 persen untuk usaha (ekspansi kredit dan penunjuang car), kemudian untuk pembukaan cabang sebesar 20 persen dan 5 persen untuk sdm," tuturnya.
Ia mengatakan, pembukaan kantor cabang baru akan direlokasikan sebanyak 3 kantor cabang yakni satu kantor di pulau Jawa dan dua kantor lagi di luar pulau Jawa.
"Untuk ekspansi kredit ditargetkan sampai akhir tahun sebesar 15 persen. Sampai dengan bulan Juni 2009 kredit yang telah disalurkan sudah mencapai Rp 1,8 triliun, dan ditargetkan sampai dengan akhir tahun bertambah sebesar Rp 2 triliun," jelasnya.
Ia mengatakan untuk fokus bisnisnya tetap di segmen ritel. Selain itu, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) bank Kesawan juga mengalami peningkatan.
"Sampai dengan awal semester pertama, DPK naik 5 persen menjadi 1,9 sampai 2 triliun," tuturnya.
Untuk diketahui, kinerja per Maret 2009, Laba Bank Kesawan mengalami penurunan menjadi Rp 980 juta dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,02 miliar. Penyaluran kredit naik tipis dari Rp 1,3 triliun dari Rp 1,2 triliun.
(dru/dro)











































