"Rajawali melihat peluang dan waktu yang tepat sehingga melepas sahamnya di Bentoel. Rajawali sebagai investment company ingin memfokuskan perhatian pada bidang properti, perkebunan dan pertambangan," kata Darjoto Setyawan, Managing Director Business Development Grup Rajawali dalam siaran persnya, Rabu (17/6/2009).
Ia menjelaskan, Rajawali telah berhasil melakukan restrukturisasi keuangan dan membawa manajemen modern ke perusahaan rokok terbesar di Malang ini, sehingga Bentoel berhasil tumbuh menjadi salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahun 2008, Bentoel merupakan perusahaan rokok terbesar keempat di Indonesia dengan pangsa pasar sekitar 7%. Tahun lalu, Bentoel juga merupakan perusahaan rokok yang tumbuh paling cepat sehingga membukukan pendapatan sekitar 30% menjadi Rp 5,941 triliun. Masih dalam tahun lalu, Bentoel berhasil mencatatkan EBITDA Rp 514 miliar dan pendapatan bersih Rp 239 miliar.
Rajawali yakin pemilik Bentoel yang baru adalah pembeli yang tepat. Rajawali berharap akan terjadi sinergi antara Bentoel dengan pemilik baru karena pemilik baru memiliki kemampuan dan pengalaman di bidang industri rokok. Dengan demikian, diharapkan pemilik baru akan dapat melanjutkan kesinambungan usaha dan pengembangan Bentoel.
Sementara Direktur BAT Asia-Pasifik John Daly mengatakan, akuisisi ini menjadikan posisi BAT cukup strategis untuk bisa mengincar pangsa pasar rokok kretek di Indonesia.
"Transaksi ini merupakan kesempatan strategis yang sempurna untuk memasuki pasar kretek Indonesia yang sangat luas dan sedang berkembang dan akan menjadi landasan untuk pertumbuhan di masa yang akan datang," ujar Daly.
BAT telah mengakuisisi 85% saham Bentoel senilai US$ 494 juta milik Rajawali Group dan pemegang saham lainnya. Harga tersebut setara dengan Rp 873 per saham, dengan premi sebesar 20 persen diatas harga penutupan Bentoel sebesar Rp 730 per saham pada tanggal 15 Juni 2009. BAT akan melanjutkannya dengan proses tender offer yang diharapkan rampung pada Agustus 2009. Jika tuntas, maka transaksi 100% saham Bentoel diperkirakan mencapai US$ 580 juta.
(qom/lih)