Wall Street Ditutup Campur-campur

Wall Street Ditutup Campur-campur

- detikFinance
Sabtu, 20 Jun 2009 06:50 WIB
Wall Street Ditutup Campur-campur
New York - Saham-saham di Wall Street berakhir dengan beragam. Komentar positif para broker soal Microsoft membuat Nasdaq dan Standard & Poor's 500 menguat, namun Dow Jones melemah.

Saham Microsoft melonjak 2,4% setelah Goldman Sachs menambahkan saham perusahaan software raksasa itu dalam daftar 'beli' dan menyatakan bahwa produk baru dan kenaikan belanja IT dapat membantu pertumbuhan ekonomi.

Saham Appple juga ikut naik 2,7% setelah produk iPhone baru hadir. Kenaikan saham-saham teknologi itu membuat indeks Nasdaq pada perdagangan Jumat (19/6/2009) naik hingga 19,75 poin (1,09%) ke level 1.827,47.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara indeks Dow Jones industrial average (DJIA) melemah 15,87 poin (0,19%) ke level 8.539,73 dan Standard & Poor's 500 naik tipis 2,86 poin (0,31%) ke level 921,23.

Pada awal sesi, saham-saham energi sempat melemah dan menyeret Dow Jones ke titik merah akibat turunnya harga minyak mentah dunia. Sementara saham-saham finansial justru mendapatkan support, JPMorgan Chase naik 2,4%, Bank of America naik 2,5%.

Setelah tiga bulan terus menerus rally, indeks saham di Wall Street memang terus mengalami koreksi sepanjang pekan ini. Sepanjang pekan ini, Dow Jones turun 3%, S&P turun 2,6% dan Nasdaq turun 1,7%.

Seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (20/6/2009), perdagangan berjalan cukup besar, di New York Stock Exchange transaksi mencapai 2,13 miliar lembar, di atas rata-rata tahun lalu yang mencapai 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 3 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang mencapai 2,28 miliar.

Minyak Melorot


Sementara harga minyak mentah dunia terperosok di bawah level US$ 70 per barel akibat profit taking.

Kontrak utama minyak light pengiriman Juli turun 1,82 dolar menjadi US$ 69,55 per barel, setelah sempat melonjak hingga US$ 72 per barel. Sementara minyak Brent pengiriman Agustus juga turun 1,87 dolar menjadi US$ 69,19 per barel.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads