"Kurang lebih sama dengan level penyusutan tetap kita per tahun. Per tahunnya Rp 10 miliar untuk penggantian mesin-mesin yang sudah lama. Dana dari internal perseroan, sudah disisihkan dalam bentuk penyusutan," ujar Direktur RICY, Victor Franziscus dalam paparan publik di gedung BEI, Jakarta, Senin (22/6/2009).
Dana capex akan diambil sepenuhnya dari kas internal perseroan. Capex dialokasikan untuk maintenance, yakni pergantian mesin-mesin yang memang biasa dilakukan per tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Target penjulan naik 10 persen, laba bersih belum bisa diprediksi. Misalnya pada tahun lalu kita mencatatkan kenikan pendapatan, tapi rugi karena foreks loss. Tapi laba usaha masih ada," ujarnya.
Sekadar perbandingan, pada tahun 2008 lalu, pemegang merek underwear GT Man ini mengalami rugi bersih sebesar Rp 9,21 miliar. Kendati demikian, sebenarnya perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan sebanyak 15 persen menjadi sebesar Rp 65,2 miliar.
Karena itulah, untuk tahun buku 2008 perseroan tidak memberikan dividen kepada para pemegang sahamnya.
(dro/lih)











































