"PGN memiliki dana yang sangat banyak karena perhitungan selisih kurs jadi kelihatannya kecil. Dengan begitu kami meminta adanya special deviden dari PGN," ujar Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil usai peluncuran pasar fisik CPO Terorganisir, di Hotel Four Season, Jakarta, Selasa (23/6/2009).
Menurut Sofyan, dengan diminta menyetorkan special deviden maka PGN harus membayar lebih besar dari besaran dividen yang dipatok maksimal 50 persen dari laba bersih perusahaan plat merah itu.
"Dengan special devidennya jadi sekitar Rp 550 miliar," ujarnya.
Sofyan menyatakan usulan special deviden tersebut dilakukan agar target setoran deviden BUMN dalam APBN bisa tercapai.
"Hal ini dilakukan agar target dalam APBN bisa tercapai," tandasnya.
Namun Sofyan menambahkan, kepastian besarnya deviden yang disetor menunggu keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar hari ini.
"Prosentasenya tergantung RUPS," kata Sofyan.
Hingga akhir tahun 2008, perseroan telah membukukan laba bersih sebesar Rp 633,859 miliar. (epi/ang)











































