Padahal bursa-bursa regional menutup perdagangan akhir pekan ini di teritori positif, mengikuti lonjakan harga saham di Wall Street kemarin. Namun koreksi IHSG ini dinilai wajar dan sehat setelah kenaikan IHSG yang tajam dalam 2 hari terakhir perdagangan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (26/6/2009) ditutup melemah 3,978 poin (0,19%) ke level 2.040,193, indeks LQ 0,853 poin (0,21%) ke level 396,816.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bursa Eropa juga membuka perdagangan Jumat ini dengan penguatan tipis, Indeks FTSE 100 naik 0,68%, DAX Frankfurt naik 0,37% dan CAC 40 naik 0,57%.
Perdagangan di seluruh pasar Bursa Indonesia mencatat frekuensi 77.517 kali transaksi pada volume 4.334 juta lembar saham senilai Rp 3,231 triliun. Sebanyak 80 saham naik, 105 saham turun dan 63 saham stagnan.
Saham BCA (BBCA) mencatat penurunan terbesar hingga Rp 275 menjadi Rp 3.550, setelah Farallon Indonesia dikabarkan melepas 4,05% sahamnya dengan harga diskon.
Saham-saham lain yang berada di jajaran top loser adalah Bumi Resources (BUMI) turun Rp 40 menjadi Rp 1.880, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 50 menjadi Rp 3250, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 25 menjadi Rp 2.050, United Tractor (UNTR) turun Rp 100 menjadi Rp 10.150, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 300 menjadi Rp 17.500.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya di jajaran top gainer antara lain Astra International (ASII) naik Rp 400 menjadi Rp 23.950, PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 250 menjadi Rp 11.850, Indofood (INDF) naik Rp 60 menjadi Rp 1930, BRI (BBRI) naik Rp 50 menjadi Rp 6.500, Timah (TINS) naik Rp 50 menjadi Rp 2150, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 100 menjadi Rp 5.200, Unilever (UNVR) naik Rp 300 menjadi Rp 9150.
(qom/lih)











































