Menurut Direktur Keuangan SMGR Cholil Hasan, penurunan capex dilakukan untuk mengurangi penggunaan dana internal. Sebelumnya perseroan memang berencana memenuhi seluruh capex-nya dari dana internal.
"Pemegang saham setuju untuk menurunkan capex kita yang akan digunakan 5 tahun ke depan. Penurunannya kecil, hanya sedikit," katanya usai RUPS di Ritz Carlton Kuningan, Jakarta, Jumat (26/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Capex Semen Tonasa itu tak semuanya berasal dari SMGR. Hanya sebesar Rp 1,7 triliun yang berasal dari kas internal SMGR dan sisanya Rp 3,5 triliun diambil dari sindikasi perbankan.
Penurunan capex juga berpengaruh terhadap alokasi investasi pabrik SMGR di Tuban. Belanja modal untuk pabrik tersebut diturunkan menjadi di bawah Rp 5 triliun yang semua pemenuhannya berasal dari kas internal.
Hal yang sama juga terjadi pada pabrik perseroan di Gresik yang mendapat jatah capex Rp 3,3 triliun. Semuanya juga dipenuhi dari dana internal.
"Jadi dalam 4-5 tahun ke depan, capex bisa kita penuhi tanpa adanya pinjaman. Kecuali ada pertumbuhan organik," katanya.
Bangun Pabrik Baru
Perseroan juga telah mendaat persetujuan RUPS untuk membangun pabrik baru di Sumatera Barat. Pabrik baru ini nantinya akan dikelola anak usaha SMGR yaitu PT Semen Padang.
Dirut SMGR Dwi Soetjipto menjelaskan, saat ini perseroan belum menghitung nilai investasi serta kapasitas pabrik barunya tersebut. Pabrik tersebut dibangun untuk mengantisipasi peningkatan demand yang terus tumbuh hingga beberapa tahun ke depan.
"Kita belum hitung cadangan nilai investasi dan kapasitas pabrik karena itu akan kita review pada saatnya nanti," katanya.
Menurutnya, rencana pembangunan pabrik itu sudah masuk dalam rencana jangka panjang perseroan. Namun mengenai waktu pembangunannya, masih akan dibicarakan di tingkatan direksi dan komisaris.
Relokasi Pabrik
Sementara tentang relokasi pabrik dari Pati ke Tuban, menurut Dwi hal itu tidak perlu lagi mendapat persetujuan pemegang saham karena pada RUPS sebelumnya pemegang saham sudah menyetujui pembangunan pabrik baru di sekitar Jawa.
"Dulu pemegang saham sudah setuju bangun pabrik baru di Jawa jadi tidak perlu minta setuju," katanya.Pertumbuhan volume penjualan SMGR di Juni 2009 masih minus. Hingga Mei 2009 volume penjualan minus 4,8%.Menurut Dwi untuk antisipasi hal itu perseroan akan tetap mengekspor ke beberapa negara tahun ini."Kita punya jalan keluar melalui ekspor. Semua produsen semen saat ini pasti melakukan hal itu," katanya.Ia menambahkan perseroan sendiri akan lebih mengoptimalkan sinergi dengan anak usahanya yaitu PT Semen Tonasa dan PT Semen Padang sehingga bisa tercipta efisiensi. Maka dari itu, peprseroan tetap optimistis penjualan dan laba bersih di akhir 2009 akan tetap tumbuh. (lih/qom)











































