Â
Demikian hal itu dikemukakan oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di sela rapat kerja dengan DPR Komisi VI di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2009).
Â
"Kayaknya surat resminya (pengunduran diri) sudah masuk. Nanti kita cari penggantinya, sekarang masih kita cari," ujarnya.
Â
Ia mengatakan, sebelumnya Ito meminta untuk di non-aktifkan dari posisi Komisaris Utama PPA ketika akan maju mencalonkan diri menjadi direksi BEI.
Â
"Kemarin kan minta di non-aktifkan. Sekarang kalau sudah terpilih pasti kita berhentikan," ungkapnya.
Â
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Kementerian Negara BUMN M Said Didu mengatakan, sekarang ini banyak eksekutif BUMN yang diincar oleh perusahaan lain seperti yang terjadi pada Ito.
Â
"Kalau dulu kan kita banyak cari (eksekutif) swasta untuk masuk BUMN, sekarang sudah terbalik," ungkapnya.
Â
Ia menyambut baik kemenangan Ito dalam pemilu BEI beberapa waktu yang lalu.
Â
"Jadi sudah bagus kalau orang BUMN disuruh bersaing dan akhirnya menang," imbuhnya.
(ang/qom)











































