"Perseroan berencana untuk mengakuisisi lahan untuk penanaman kelapa sawit di Kalimantan Tengah tahun ini. Total luas lahan yang akan diakuisisi sekitar 14.000 hektar. Investasinya sekitar US$ 70 juta," ungkap Presiden Direktur ETWA Samuel Sutarto usai RUPS Tahunan di Graha Niaga, Jakarta, Senin (29/6/2009).
Asumsi kebutuhan tersebut didasarkan pada kebutuhan anak usahanya, PT Anugerahinti Gemanusa (PT AG) yang telah diakuisisi 30 Juni 2008 lalu untuk memproduksi biodiesel sekitar 70.000 ton per tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk keperluan akusisi tersebut, perseroan memilih untuk menggunakan kas internal dan eksternal. Yaitu dari hasil penjualan saham PT Petrowidada (PWD) kepada EXCEL sekitar Rp 180,1 miliar sekaligus penjualan saham PT Eternal Buana Chemical Industries (EBCI) sekitar Rp 108,3 miliar. Dana tersebut lantas dikurangi untuk membeli saham PT Anugerahinti Gemanusa (PT AG) sebesar Rp 44,8 miliar. Jadi total dana yang dimiliki adalah Rp 243,6 miliar. Sisanya akan diperoleh dari eksternal," tambah Samuel.
Dana sekitar Rp 243,6 miliar tersebut secara penuh baru akan diperoleh perseroan sekitar 2 tahun mendatang dengan bunga 13,5% per tahun. Untuk sisanya akan diupayakan melalui pinjaman.
Samuel mengatakan, akuisisi tersebut akan dilakukan secara bertahap. "Untuk dana eksternal, perseroan juga masih menjajakinya baik melalui pinjaman bank maupun obligasi. Saat ini perseroan masih mempertimbangkan mana yang paling cocok," ujar VP Corporate Finance ETWA Rennie Jose A Velarde.
Perseroan juga menargetkan pendapatan sekitar Rp 750-800 miliar di tahun 2009. Hingga triwulan I-2009, ETWA membukukan pendapatan sebesar Rp 180,1 miliar.
Untuk laba bersih tahun 2009, perseroan menargetkan angka Rp 5 miliar. Hingga triwulan I-2009, ETWA membukukan laba sebesar Rp 589 juta.
(dro/lih)











































