"Kita ada program di ASEAN, crossborder IPO. Jadi IPO bisa serentak di semua negara ASEAN, seperti Thailand, Filipina, Malaysia," ujar Kepala Bapepam-LK, Fuad Rahmany di Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (1/7/2009).
Meski Fuad tidak menjelaskan secara detil mengenai mekanisme IPO serentak atau crossborder IPO ini, namun ia mengatakan kalau program ini berkaitan langsung dengan rencana membuat sebuah jaringan pasar modal se-ASEAN yang dikenal dengan nama ASEAN Linkage .
"Ini masih dalam kajian, karena untuk mewujudkan ini perlu suatu mutual recognition antar negara yang akan ikut serta," ujar Fuad.
Rencananya, ASEAN Linkage akan direalisasikan pada tahun 2015. Fuad mengatakan, program crossborder IPO bisa saja dilaksanakan sebelum itu.
"ASEAN Linkage kan 2015. Crossborder IPO saya belum bisa bilang kapan, tapi bisa saja lebih cepat," ujarnya.
Menurutnya hal itu sangat tergantung pada kesiapan masing-masing negara yang akan berpartisipasi dalam program ini.
"Tentu harus ada kesamaan regulasi dan mekanisme terlebih dahulu. Kita sekarang sedang mengupayakan ke sana. Sejauh ini, regulasi yang sudah sejalan seperti bursa Malaysia, Singapura dan Thailand," ujar Fuad.
ASEAN Linkage merupakan program integrasi bursa-bursa yang ada di negara-negara ASEAN. Program ini bagian dari skema besar membentuk jaringan perekonomian mega negara atau yang dikenal dengan nama AFTA.
Integrasi bursa-bursa di beberapa negara sudah diberlakukan beberapa kawasan ekonomi seperti di Uni Eropa dengan Euronext.
Euronext bahkan baru saja melakukan merger dengan New York Stock Exchange (NYSE) dan membentuk bursa terintegrasi Uni Eropa dengan Amerika Serikat.
Program ASEAN Linkage merupakan upaya membentuk jaringan pasar modal terintegrasi se-ASEAN.
(dro/dnl)











































