Bursa Wall Street dibuka melemah, melanjutkan pelemahan yang terjadi sejak pekan lalu. Penguatan baru terjadi beberapa saat menjelang penutupan.
Survei yang menunjukkan konsisi sektor jasa yang lebih baik dari ekspektasi membuat saham-saham berbalik positif tipis. Institute of Supply Management melalui surveinya menunjukkan perbaikan sektor jasa, dengan indeks naik ke 47%, yang mengindikasikan pertumbuhan yang melebihi ekspektasi analis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keseluruhan pesan dari indeks ISM sektor jasa selama Juni mengindikasikan bahwa ekonomi secara bertahap keluar dari resesi meski dalam pergerakan yang lambat," ujar Brian Bethune, ekonom dari IHS Global Insight seperti dikutip dari AFP, Selasa (7/7/2009).
Saham American Expres menjadi pengangkat utama Dow Jones dengan kenaikan 5,6%. Saham Amex melesat seetlah Stifel Nicolaus menaikkan peringkat sahamnya menjadi 'hold', dan menyatakan bahwa bank tersebut paling akhir terkena ekspose dari aturan baru sektor kartu kredit.
Investor memang tidak terlalu banyak mengambil langkah menjelang pengumuman laporan keuangan kuartal II yang akan dimulai pada Rabu besok. Hasil laporan keuangan kuartal II ini akan menjadi sebuah catatan apakah perusahaan-perusahaan bisa melalui krisis dengan baik.
"Pasar sekarang ingin melihat apa yang terjadi pada musim laporan keuangan. Tidak hanya sekedar angkanya, namun yang lebih penting untuk ditunggu adalah apa yang akan dilakukan para perusahaan," ujar Robert Auer, manajer portofolio senior dari SBAuer Funds seperti dikutip dari Reuters.
Sementara Nasdaq justru dibuat negatif oleh produsen iPhone, Apple Inc yang turun 1%.
Perdagangan berjalan cukup moderat, di New York stock Exchange mencapai 1,4 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 1,49 miliar. Di Nasdaq, transaksi mencapai 2 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 2,28 miliar.
Minyak Terus Merosot
Sementara harga minyak mentah dunia kemarin tercatat terus merosot, melanjutkan kemerosotan pada pekan lalu.
Kontrak utama minyak light pengiriman Agustus merosot 2,68 dolar menjadi US$ 64,05 per barel. Sementara minyak Brent pengiriman Agustus turun 1,56 dolar menjadi US$ 64,05 per barel.
(qom/qom)











































