"Kita memang memiliki program ke arah sana," kata Direktur Pengembangan Usaha BEI, Frederica Widyasari Dewi di kantornya, SCBD, Jakarta, Kamis (9/7/2009).
Friderica mengatakan tujuan usulan tersebut adalah untuk memasyaratkan pasar modal di Indonesia, sehingga nantinya dapat mempercepat proses peningkatan jumlah investor di BEI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk tahap awal menurut Frederica, pelajaran pasar modal bisa dimasukkan dalam bagian pelajaran ekonomi di tingkat SMA. Meski pelajaran pasar modal tidak berdiri sendiri, namun langkah awal ini dinilai dapat memberikan pengetahuan kepada generasi muda sehingga ke depan diharapkan ada transfer pengetahuan
kepada masyarakat luas.
"Untuk anak SMA, pelajaran pasar modal mungkin masih agak sulit, makanya digabung dengan pelajaran lain. Kalau di luar negeri itu pasar modal sudah diperkenalkan sejak dini. Kita coba kesana," kata Frederica.
Menurut Frederica, langlah utama untuk mewujudkan gerakan nasional pasar modal adalah menggenjot jumlah investor menjadi 2 juta lebih dari saat ini sekitar 300.000 investor. Untuk itu, otoritas bursa akan memetakan jumlah riil investor di tanah air melalui program identitas tunggal (single ID). Jika program ini terealisasi, maka akan memudahkan BEI untuk menggenjot investor.
"Selama patokan jumlah investor kita kan di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), padahal itu belum tentu mencerminkan jumlah investor yang sebenarnya, karena yang terdaftar di KSEI hanya investor yang memiliki subaccount, belum lagi investor obligasi dan reksadana, itu kan termasuk investor juga," katanya.
(dro/qom)










































