"Jumlahnya sekitar Rp 1 triliun, nanti di kuartal III," ungkap Direktur Utama Pupuk Kaltim Hidayat Nyakman di Kantor Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (13/7/2009).
Ia mengatakan, dana hasil obligasi tersebut akan digunakan untuk menambah modal kerja dan membiayai beberapa proyek yang sudah berjalan saat ini. Hingga saat ini, perseroan sedang melakukan seleksi penjamin emisi (underwriter) dan lembaga penunjang lainnya.
"Yang ikut Bahana dan Danareksa," ujarnya.
(ang/dro)










































