3 Perusahaan Incar Rights Issue Nusantara Infrastructure

3 Perusahaan Incar Rights Issue Nusantara Infrastructure

- detikFinance
Rabu, 15 Jul 2009 14:47 WIB
3 Perusahaan Incar Rights Issue Nusantara Infrastructure
Jakarta - Sedikitnya 3 perusahaan berminat menjadi pembeli siaga (standby buyers) dalam rencana penerbitan saham baru (rights issue) PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) antara Rp 500 sampai Rp 800 miliar. Harga rights issue ditetapkan sebesar Rp 75 per saham.

"Begitu standby buyer tanda tangan untuk setuju, maka right issue tersebut langsung jalan. Targetnya bulan September 2009," ujar Direktur Utama META M Ramdani Basri di Sari Kuring, SCBD, Jakarta, Rabu (15/07/2009).

Ia menjelaskan sudah ada tiga perusahaan yang berkenan menjadi standby buyers tersebut. "Terus terang kita menunggu sampai ada perjanjian, hopefully sebelum september akan di disclose," tuturnya.

Ketiga perusahaan tersebut, lanjut Ramdani, yakni terdiri dari satu perusahaan asing dan dua perusahaan lokal. Ia memastikan bahwa grup Bosowa tidak termasuk di dalamnya.

"Sementara itu, harga persaham yang akan di-right issue sebesar Rp 75 perlembar saham (exercisenya) atau tetap dibawah harga pasar," ujarnya.

Ia juga mengatakan, selain tol di Jawa Barat pada tahun 2009 ini perseroan juga akan merger dengan salah satu perusahaan pembangkit listrik.

"Tahun ini direncanakan akan kita akan merger dengan perusahaan pembangkit listrik, nanti akan diberitahukan lebih lanjut," jelas Ramdani.

Dalam satu sampai dua tahun kedepan, Ramdani mengatakan bahwa META sedang dalam rencana sebagai penggagas untuk melakukan corporate action.

"Yakni bukan hanya akuisisi namun bikin holding company disektor infrastruktur," katanya.

Holding tersebut nanti akan terdiri dari beberapa perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur seperti powerplant, pelabuhan, air minum.

"Nanti holding company tersebut akan dibikin satu perusahaan one stop service, namun hal itu merupakan prospek kedepannya atau merupakan visi misi kita. Arahnya yakni merger and acquisition beberapa perusahaan-perusahaan infrastruktur," sambungnya.

(dro/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads