Pada perdagangan Kamis (16/7/2009), rupiah ditutup menguat tipis 10.130 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 10.140 per dolar AS.
Sementara yen akhirnya bergerak melemah atas dolar AS di pasar Asia oleh aksi profit taking. Investor kembali berburu mata uang yang memiliki yield lebih tinggi dengan risiko lebih besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yen mendapatkan tekanan seiring risk aversion yang mulai longgar, akibat naiknya lagi harga minyak mentah dunia yang memunculkan lagi harapan pemilikan permintaan global. Penguatan saham-saham di Asia juga turut memberikan pengaruh.
"Kenaikan mata uang yang lebih berisiko berlanjut setelah data makro ekonomi dan laporan pendapatan perusahaan AS terusmemberikan kejutan," ujar analis dari Barclays Capital seperti dikutip dari AFP.
(qom/qom)











































