Dow Jones: Saham US naik untuk hari keempat sebagaimana ekonom Nouriel Roubini mengatakan krisis financial yang terburuk akan segera berakhir tahun ini, minya serta treasuri juga meningkat. Mosaic Co. rally 12% akibat laporan Vale SA akan meminta $25 milyar untuk fertilizer maker, United Parcel Service Inc. dan General Electric Co. memimpin saham industri untuk kenaikan tertinggi diantara 10 industri.
Indeks S&P 500 naik 0.9% menjadi 940.74 dan Dow Jones naik 1.1% menjadi 8,711.82 sementara saham Eropa dan Asia juga turut naik. Saham keuangan mendorong penurunan pasar akibat kekhawatiran CIT Group Inc. akan mendaftar untuk perlindungan dari kebangkrutan dan JP morgan Chase & Co. mengatakan bisnis kartu kredit tidak akan menghasilkan uang pada tahun depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Commodity: Harga minyak menguat di new York, memimpin penguatan pada pekan ini, seiring ekuitas menguat setelah ekonom Nouriel Roubini bahwa resesi akan segera berakhir tahun ini. Harga minyak untuk pengiriman bulan Agustrus (+0.5%) US$62.35/barel di NYMEX. Harga minyak naik 4% pekan ini. Gold (+0.15%) $936.8/oz, Nickel (+0.1%) $15.920/ton. Tin (-1.3%) $13.025/ton, CPO (-3.5%) 2031 RMY
Economic & Industrial news
Mining: 14% Saham Newmont Ditawarkan Terpisah
Pembelian saham divestasi Newmont periode 2008-2009 masing-masing 7% dapat ditawarkan secara terpisah untuk dua pembeli potensial. Hal ini akan terjadi jika pemerintah membatalkan niatnya untuk membeli saham divestasi tersebut. Yang terpenting adalah valuasi aset 100% saham tetap US$ 3,52 miliar dan harga 14% saham itu US$ 493,6 juta. (investor/nz)
Corporate news
BBNI: 1H09, Laba Bersih Rp1.2 tn (-11% QOQ, +101% YoY)
BBNI mencatat pertumbuhan laba bersih 1H09 Rp1.2 tn atau naik 101% YoY (menggunakan 2Q09vs2Q08), namun turun 11% QoQ. Pendapatan bunga bersih naik 2% QoQ disertai penurunan NPL menjadi 5.5% dari sebelumnya 5.6% di 1Q09. Penyumbang kenaikan NPL terbesar adalah kredit sektor medium, oleh sebab itu BBNI tahun ini akan fokus hanya pada kredit korporasi, kecil dan konsumer. Kredit menunjukkan kenaikan 4% QoQ dan 21% YoY dengan peningkatan terbesar pada kredit korporasi +46% YoY. NIM relatif tetap di 6.2%.
Berdasarkan valuasi kami, TP untuk BBNI, Rp2.049. menggunakan metode dividend discount model karena kami melihat pertumbuhan laba bersih serta tingkat ROE yang stabil pasca FY09E. BUY.
ADHI: Bidik Proyek Chevron U$500 Jt
ADHI membidik proyek infrastruktur PT Chevron Pacific Indonesia berjangka waktu empat tahun senilai U$500 juta atau Rp5 triliun. Selain itu, perseroan tengah mengikuti tender empat ruas tol di Jawa Rp1,7 triliun dan pengerjaan dermaga di Sumatera U$80 juta atau Rp800 miliar. Namun, belum dipastikan pemenang tender-tender tersebut.
SMRA: Penjualan 1H09 Naik Rp570 M
Penjualan SMRA 1H09 naik jadi Rp570 miliar vs 1H08 Rp557miliar, atau melebihi 50% dari target penjualan FY09 Rp800 miliar. Laba bersih disinyalir double dari penjualan 1Q09 sebesar Rp23 miliar.
TRUB: Raih Utang dari China
TRUB melalui anak usahanya PT Central Daya Energi meraih fasilitas pinjaman berdenominasi renminbi (RMB) dari China sebesar RMB13,63 juta dalam bentuk L/C dan RMB6,82 juta untuk transaksi valas. Perolehan dana utuk pengadaan peralatan PLTU Lampung berkapasitas 60 MW. Perseroan juga mengindikasikan akanmenabha fasilitas tersebut guna membiayai pembangunan listrik lainnya.
BBRI: Terbitkan Subdebt Rp2 T, Tunda Obligasi U$300 Jt
2009, BBRI akan menerbitkan obligasi subordinasi (subdebt) senilai Rp2 triliun dan menunda rencana obligasi senilai U$300 juta hingga tahun depan. Saat ini perseroan tengah dalam proses penunjukan underwriter obligasi.
SMCB: Anak Usaha Incar Pasar Beton 10%
PT Holcim Beton, anak usaha SMCB mengincar pangsa pasar beton untuk konstruksi jalan raya hingga 10% per tahun seiring dengan besarnya potensi perbaikan ruas jalan raya yang terkait dengan proyek pemerintah. (bisnis/nz) Comment: Possitve takes untuk SMCB (BUY,TP:1,300). Holcim Indonesia giat melakukan akuisisi dan expansi pada produk-produk pengembangan dari semen. Dengan memfokuskan diri pada infrastruktur terutama jalan raya bisa membantu SMCB untuk meningkatkan utilizasi dan volume cement yang lebih stabil dari pada hanya memfokuskan diri pada retail bag cement.
Sejak rekomendasi Beli kita pada tanggal (24 juni 2009) SMCB berhasil mencapai target hanya dalam waktu kurang dari sebulan dengan gain 37%. Untuk harga saat ini kita melihat potensi upside untuk SMCB masih ada. Apabila kita menggunakan terminal growth yang sama dengan peer nya target SMCB kita bisa meningkat sampai 1,800. Indikasi yang bisa membuat kita menaikan TP yaitu, pertumbuhan semen kuartal ke tiga meningkat pesat dan realisasi APBN dari awal pemerintahan baru mulai bergerak.Â
BHIT: Mungkin Akan Jual Saham Indovision
Presdir BMTR Harry Tanoesoedibjo mengatakan salah satu pemegang saham anak usahanya MNC Sky Vision akan menjual kepemilikannya melalui private placement kepada investor strategis. Saat ini calon penjual saham itu telah menunjuk Standard Chartered dan JP Morgan sebagai penasehat keuangannya. Namun, perseroan mengaskan tidak akan menjual kepemilikannya di MNC Sky Vision. Disinyalir BHIT yang memiliki 20% saham akan menjualnya. Komposisi pemegang saham MNC Sky Vision yakni BMTR (51% saham), BHIT (20% saham) dan pemegang saham lainnya (29% saham).
Â
TINS: Segera Beli 8 Kapal Rp300 M
TINS segera membeli delapan unit kapal senilai Rp300 miliar meliputi tujuh unit kapal hisap produksi Rp175 miliar dan satu unit kapal keruk tipe bucket wheel dredge Rp25 miliar. Pendanaan berasal dari kas internal. Oleh karena itu, jumlah kapal hisap produksi akan mencapai 32 unit dan kapal keruk tipe bucket line jadi 16 unit.
ELTY: Akan Terbitkan Sukuk Rp 500 M di 4Q09
ELTY akan kembali menerbitkan surat utang syariah atau sukuk senilai Rp500 miliar di 4Q09 guna mendanai proyek tol. Bulan ini, perseroan berhasil menerbitkan sukuk tahap pertama senilai Rp 150 miliar dalam dua seri.
GTBO: Akan Akuisisi Tambang Batubara Rp30 M
GTBO akan mengakuisisi satu perusahaan batubara di Kalimantan Timur dengan kandungan 5.500 kalori senilai Rp20-30 miliar. Saat ini akuisisi masih tahap due diligence dan ditargetkan akuisisi terealisasi paling cepat awal tahun 2010.
ASII: Astra Sedaya Jajaki MTN Rp200 M
PT Astra Sedaya Finance menjajaki penerbitan medium term notes (MTN) senilai Rp200 miliar bertenor selama 1 dan 2 tahun guna mendukung ekspansi pembiayaan.
(etr/qom)











































