Demikian diungkapkan Pjs Corporate Secretary EXCL, Sutrisman dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Selasa (21/7/2009).
"Tidak benar perseroan menpunyai rencana untuk mengonversi utang senilai US$ 800 juta," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dimana pinjaman dalam mata uang rupiah ini sedang perseroan upayakan untuk mendapatkannya dalam waktu dekat ini," ujarnya.
Selanjutnya, kedepannya perseroan akan berusaha untuk mendapatkan pendanaan dalam mata uang rupiah dibandingkan dolar AS.
(dro/lih)











































