Penguatan IHSG yang cukup tajam seperti tak seirama dengan gerak bursa-bursa regional yang mixed. Indeks Nikkei-225 menutup sesi I dengan penguatan 126,94 poin (1,35%) ke level 9.522,26, Hang Seng turun 0,5%, KOSPI naik 0,4%.
Sementara IHSG pada penutupan sesi I, perdagangan Selasa (21/7/2009) tercatat menguat hingga 36,358 poin (1,73%) ke level 2.142,711. IHSG sempat mencapai titik tertingginya di 2.146,846 dan terendah di 2.107,075.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pagi ini pun bursa regional Asia umumnya diwarnai penguatan. Sentimen dari bursa global dan bursa komoditi tampaknya akan mengangkat pergerakan IHSG secara cukup agresif hari ini. Kami perkirakan IHSG akan bergerak dalam kisaran S2: 2032 S1: 2069 R1: 2135 R2: 2164," demikian riset dari Sucorinvest.
Perdagangan berjalan cukup aktif, dengan frekuensi transaksi mencapai 48.571 kali dengan volume 1.997 juta lembar saham senilai Rp 2.021 triliun. Sebanyak 124 saham naik, 34 saham turun dan 65 saham stagnan. Saham-saham komoditas dan perbankan masih menjadi motor penggerak IHSG pada hari ini.
Saham-saham di jajaran top gainer antara lain Astra International (ASII) naik Rp 600 menjadi Rp 27.850, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 850 menjadi Rp 17.400, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 150 menjadi Rp 3.525, Telkom (TLKM) naik Rp 200 menjadi Rp 8.200, BRI (BBRI) naik Rp 100 menjadi Rp 6.900, International Nickel (INCO) naik Rp 100 menjadi Rp 3.950, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.100 menjadi Rp 20.600, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 80 menjadi Rp 1960.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 50 menjadi Rp 10.800, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) turun Rp 100 menjadi Rp 8.100, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 100 menjadi Rp 13.950.
(qom/lih)











































