Namun aksi profit taking akhirnya menghadang penguatan IHSG lebih lanjut. Pada perdagangan Senin (27/7/2009), IHSG ditutup hanya naik 4,100 poin (0,19%) ke level 2.189,754. Indeks LQ 45 naik 1,107 poin (0,26%) ke level 429,101. IHSG sempat mencapai titik tertingginya di 2.213,62. Rupiah masih menguat di 9.990 per dolar AS.
Penguatan tajam IHSG ini terjadi di tengah penguatan bursa-bursa regional yang cukup tajam. Indeks Nikkei-225 di Bursa Tokyo menutup sesi I dengan penguatan 173,72 poin (1,75%) ke level 10.118,27. Indeks Nikkei-225 untuk pertama kalinya kembali menembus level 10.000 sejak 1 Juli 2009. Indeks Hang Seng juga ditutup menguat hingga 263,43 poin (1,32%) ke level 20.246,22.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Telkom (TLKM) naik Rp 300 menjadi Rp 8.850, PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 300 menjadi Rp 12.450, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 25 menjadi Rp 2.075, Mitra Rajasa (MIRA) naik Rp 20 menjadi Rp 560, Indofood (INDF) naik Rp 25 menjadi Rp 2.125.
Sementara saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 650 menjadi Rp 26.950, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 100 menjadi Rp 3.550, BRI (BBRI) turun Rp 200 menjadi Rp 6.700, PGN (PGAS) turun Rp 75 menjadi Rp 3.325.
(qom/qom)











































