Perusahaan minyak milik negara India menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk pertama kalinya dalam empat tahun. Keputusan itu diambil untuk menutupi sebagian kerugian yang ditanggung akibat kenaikan harga minyak mentah global.
Harga BBM di India naik lebih dari 3%. Dengan demikian harga solar di Delhi dari 87,67 rupee per liter menjadi 90,67 rupee per liter, kemudian bensin dari 94,77 rupee per liter menjadi 97,77 rupee per liter.
India sebagai importir dan konsumen minyak terbesar ketiga di dunia merupakan salah satu yang menaikkan harga BBM setelah gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz akibat perang Amerika Serikat (AS) dan Israel lawan Iran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan minyak milik negara Indian Oil Corp, Hindustan Petroleum Corp, serta Bharat Petroleum Corp yang bersama-sama mengendalikan lebih dari 90% dari 103.000 SPBU di India cenderung menetapkan kenaikan harga solar dan bensin secara bersamaan.
"Kenaikan harga ini belum cukup, bisa menjadi awal dari beberapa kenaikan bertahap," kata Kepala Ekonom di Emkay Global Financial Services, Madhavi Arora dikutip dari Reuters, Sabtu (16/5/2026).
Guna menekan konsumsi BBM dan mengendalikan tagihan impor minyak, pemerintah meluncurkan langkah-langkah penghematan untuk bersiap menghadapi guncangan energi yang berkepanjangan. Langkah tersebut di antaranya kebijakan bekerja dari rumah hingga pembatasan perjalanan.
Beberapa negara bagian telah mengeluarkan pemberitahuan kepada departemen pemerintah untuk membatasi perjalanan, menghindari acara fisik dan mengalihkan pertemuan ke daring, serta meminta untuk bekerja dari rumah selama dua hari dalam seminggu.
India kemungkinan akan memperluas langkah-langkah tersebut yang mencakup jutaan karyawan di seluruh pemerintah federal, bank milik negara, serta perusahaan sektor publik. Hal itu menandakan pengetatan pengeluaran seiring meningkatnya risiko keuangan.
(aid/ara)










































