Pada perdagangan Jumat (31/7/2009), IHSG ditutup melejit 25,101 poin (1,09%) ke level 2.323,236. Indeks LQ 45 juga naik 3,506 poin (0,78%) ke level 454,415. Ini adalah posisi tertinggi IHSG sejak 4 Juli 2008, ketika IHSG terhampar ke 2314.
Dorongan penguatan saham-saham grup Bakrie membuat perdagangan saham yang biasanya sepi pada akhir pekan menjadi semakin semarak. Investor juga mendapatkan semangat dari laporan keuanga emiten yang sebagian besar menunjukkan perbaikan kinerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks Nikkei-225 ditutup menguat hingga 191,62 poin (1,89%) ke level 10.356,83, yang merupakan level tertinggi dalam 10 bulan terakhir.
"Investor menguji level atas karena mereka mulai mendapatkan tanda-tanda perbaikan ekonomi yang terlihat pada laporan keuangan perusahaan. Beberapa perusahaan juga dinaikkan proyeksinya, sehingga semakin mempercerah mood para investor," ujar analis Kazuhiro Takahashi, seperti dikutip dari AFP.
Indeks KOSPI juga naik 22,55 poin (1,47%) ke level 1.557,29, dipicu oleh data produksi industri yang lebih kuat dari ekspektasi. Indeks Hang Seng ditutup menguat hingga 339,25 poin (1,68%) ke level 20.573,33.
Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) berjalan sangat semarak dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 156.475 kali pada volume 13.930 juta lembar saham senilai Rp 9,975 triliun. Sebanyak 110 saham naik, 105 turun dan 67 saham stagnan.
Saham BUMI bersama dengan saham grup Bakrie lainnya memberikan kontribusi besar bagi lonjakan IHSG. Saham BUMI melesat Rp 375 (15,46%) menjadi Rp 2.800 dengan nilai transaksi mencapai Rp 3,9 triliun.
Saham-saham lain yang mencetak kenaikan harga antara lain Astra International (ASII) naik Rp 1.200 menjadi Rp 29.300, United Tractor (UNTR) naik Rp 500 menjadi Rp 12.950, International Nickel (INCO) naik Rp 125 menjadi Rp 4.300, PGN (PGAS) naik Rp 150 menjadi Rp 3.500, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 250 menjadi Rp 4175.
Sedangkan saham-saham yang mencetak penurunan harga antara lain Telkom (TLKM) turun Rp 450 menjadi Rp 8.950, BRI (BBRI) turun Rp 150 menjadi Rp 7.300, Bakrieland (ELTY) turun Rp 5 menjadi Rp 355, Unilever (UNVR) turun Rp 300 menjadi Rp 11.700, Indofood (INDF) turun Rp 25 menjadi Rp 2.275.
(qom/qom)











































