Investor di bursa terbesar dunia itu merasa bersemangat oleh laporan keuangan perusahaan yang lebih baik dari ekspektasi plus data sektor manufaktur yang membaik.
Institute for Supply Management menyatakan indeks aktivitas pabrikan nasional naik menjadi 48,9 pada Juni, atau level tertinggi sejak Agustus 2008. Meski masih di bawah level 50, atau berarti masih terjadi kontraksi, namun setidaknya indeks itu melebihi ekspektasi analis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada kenaikan tanda-tanda bahwa kita tidak hanya kembali dari tebing yang curam dan bergerak stabil, namun kita juga terpacu untuk memulai pertumbuhan. Dan pasar merayakan itu," ujar Jim Awad, managing director Zephyr Management seperti dikutip dari Reuters, Selasa (4/8/2009).
Pada perdagangan Senin (3/8/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) melesat hingga 114,95 poin (1,25%) ke level 9.286,56. Indeks S%P 500 juga menguat 15,15 poin (1,53%) ke level 1.002,63 dan Nasdaq menguat 30,11 poin (1,52%) ke level 2.008,61.
Namun volume perdagangan masih sangat tipis, di New York Stock Exchange hanya 1,21 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebanyak 1,49 miliar. Di Nasdaq, transaksi mencapai 2,18 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 2,28 miliar.
Harga Minyak Bertahan di US$ 70
Sementara harga minyak terus melonjak dan bertahan di level US$ 70 per barel. Harapan akan membaiknya perekonomian dunia dan melemahnya dolar terus membawa harga minyak ke titik tertingginya.
Kontrak utama minyak light sweet pengiriman September tercatat melonjak 2.13 dolar menjadi US$ 71,58 per barel. Kontrak ini sempat mencapai titik tertinggi intraday di US$ 72,20 per barel, yang merupakan level tertinggi sejak juni.
Sementara minyak Brent pengiriman September juga melonjak 2.13 dolar menjadi US$ 73,55 per barel, setelah sempat melonjak ke US$ 73,95 per barel.
(qom/qom)











































