Operasional INCO Tak Terganggu Unjuk Rasa Masyarakat

Operasional INCO Tak Terganggu Unjuk Rasa Masyarakat

- detikFinance
Kamis, 06 Agu 2009 16:36 WIB
Operasional INCO Tak Terganggu Unjuk Rasa Masyarakat
Jakarta - Operasional PT International Nickel Tbk (INCO) sejauh ini tidak terganggu oleh aksi unjuk rasa yang dilakukan masyarakat setempat merespon kebijakan PHK karyawan. Manajemen dan masyarakat kini sedang melakukan perundingan terkait masalah PHK tersebut.

"Aksi masyarakat itu belum mengganggu operasional INCO, sekarang manajemen sedang menemui mereka," ujar Direktur Media dan Komunikasi INCO Jannus TH Siahaan ketika dihubungi detikFinance, Kamis (6/8/2009).

Jannus menjelaskan, aksi masa itu sebenarnya sudah dilakukan sejak 2 hari lalu terkait keputusan manajemen untuk melakukan PHK atas 87 karyawannya. Sebagian karyawan yang di-PHK itu adalah penduduk di sekitar pertambangan INCO di Sorowako, Sulawesi Selatan.

"Tadi pagi sebagian masyarakat setempat memang melakukan unjuk rasa menindaklanjuti aksi 2 hari lalu. Pertemuan 2 hari lalu memang mengamanatkan pertemuan mereka dengan direksi, dan sekarang sedang dilakukan," imbuh Jannus.

Ia menjelaskan, aksi massa itu tidak sampai mengganggu operasional karena hanya dilakukan di jalan kecil yang merupakan akses menuju ke perumahan manajemen. Lokasi tersebut jauh dari lokasi pertambangan INCO, sekitar 5-6 km.

"Kegiatan operasional kita berjalan seperti biasa, karyawan tetap bekerja seperti biasa. Aksi massa ini memang didorong oleh kepedulian masyarakat terhadap kebijakan PHK kita," imbuhnya.

Jannus menambahkan, PHK 87 karyawan itu memang merupakan bagian dari langkah efisiensi yang ditempuh perseroan. Sejumlah kebijakan sudah ditempuh terkait efisiensi ini seperti penghentian program konversi batubara, penundaan proyek di Sultra dan Sulteng, stop rekrutmen karyawan baru dan tidak memperpanjang karyawan kontrak, pengurangan biaya travelling .

Menurut Jannus, PHK atas 87 karyawan itu dilakukan setelah dilakukan evaluasi dan hasilnya menunjukkan adanya departemen yang harus digabungkan. PHK itu juga merata dari direksi hingga staff, bahkan termasuk karyawan orang asing.

Per Semester I-2009, Inco berhasil mencatat produksi nikel dalam 32.500 metrik ton, atau naik tipis dibandingkan produks pada semester I-2008 yang sebesar 35.250. Saham INCO tercatat naik Rp 275 menjadi Rp 5.050

(qom/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads